Kabar Baik Migas 2026: Pertamina EP Sukses Bor Sumur Baru di Papua Barat
SKK Migas Laporkan Keberhasilan Sumur SLW-E006 di Lapangan Salawati Papua Barat---dok. SKK Migas
PAPUABARAT, DISWAY.ID - SKK Migas melaporkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan SLW-E006 di Lapangan Salawati Papua Barat, yang dikelola oleh PT Pertamina EP Asset 4 Region 4 Zona 14 Papua Barat.
Keberhasilan pengeboran sumur Salawati ini menjadi kabar positif bagi sektor hulu migas dalam mendukung target produksi minyak nasional 2026.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa tajak sumur yang dilakukan sejak akhir Desember 2025 menunjukkan hasil menggembirakan.
Sumur SLW-E006 Tembus Kedalaman 2.165 Meter
Menurut Djoko Siswanto, sumur SLW-E006 di Lapangan Salawati mulai ditajak pada 31 Desember 2025 sebagai bagian dari program pengeboran pengembangan di Papua Barat.
Dalam prosesnya, pengeboran sumur SLW-E006 mencapai kedalaman 2.165 meter measured depth (mMD) untuk menembus lapisan Kais Carbonate yang menjadi target utama.
Setelah pekerjaan komplesi dilakukan, hasil uji produksi sementara dari sumur SLW-E006 Papua Barat mencapai 350 barel per hari (bph).
Capaian tersebut memperkuat optimisme SKK Migas dan Pertamina EP Papua Barat dalam meningkatkan produksi migas di wilayah timur Indonesia.
Keberhasilan Kedua dari Empat Sumur Program Drilling
Secara operasional, sumur SLW-E006 merupakan keberhasilan kedua dari total empat sumur dalam rangkaian program pengeboran di Lapangan Salawati.
Program drilling Lapangan Salawati 2026 ini dirancang untuk mendongkrak produksi minyak sekaligus memperkuat kontribusi Papua Barat terhadap lifting nasional.
Sumur ini dibor secara miring berarah (Directional/J-type) menggunakan Rig PDSI #11.2-1000 HP hingga kedalaman akhir 2.165 mMD atau 2.101 meter true vertical depth (mTVD).
Total waktu pengerjaan pengeboran hingga uji produksi pada sumur SLW-E006 Salawati tercatat selama 43 hari dan dinyatakan berhasil menemukan minyak pada 16 Februari 2026.
Terapkan Teknologi Casing While Drilling
Dalam proyek pengeboran sumur Papua Barat ini, diterapkan sejumlah peningkatan teknologi guna meningkatkan efisiensi dan keberhasilan operasi.
Salah satu inovasi yang digunakan adalah teknologi Casing While Drilling (CWD) pada trayek 13-3/8 inci yang dinilai efektif memberikan nilai tambah pada proses pengeboran.
Selain itu, strategi pengeboran pada zona rumble di trayek 12-1/4 inci dengan metode wellbore strengthening juga berjalan optimal tanpa kendala besar.
Sumber: