Kasus Penyerangan Tenaga Kesehatan di Papua Barat Daya, 12 Orang Diamankan

Kasus Penyerangan Tenaga Kesehatan di Papua Barat Daya, 12 Orang Diamankan

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare ---Humas Polda Papua Barat Daya

PAPUABARAT, DISWAY.ID - Aparat kepolisian berhasil mengamankan 12 orang terduga pelaku penyerangan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di wilayah Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.

Penangkapan ini dilakukan melalui operasi gabungan antara Polda Papua Barat Daya dan Polres Tambrauw setelah dilakukan penyelidikan intensif di lokasi kejadian.

12 Terduga Pelaku Diamankan dan Diperiksa

Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Jenny Setya Agustin Hengkelare, mengungkapkan bahwa seluruh terduga pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda.

Menurutnya, penangkapan dilakukan berdasarkan hasil pengumpulan informasi dari masyarakat serta keterangan sejumlah saksi.

Aparat kemudian melakukan penggerebekan di wilayah Bamusbama yang menjadi lokasi kejadian penyerangan.

Sejumlah Barang Bukti Disita Polisi

Dalam operasi tersebut, polisi juga menyita berbagai barang yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Barang bukti yang diamankan antara lain senapan angin, parang, tombak, busur panah, serta anak panah.

Selain itu, aparat juga menemukan sejumlah barang lain seperti telepon genggam, perlengkapan pribadi, hingga benda yang diduga memiliki kaitan dengan aktivitas para pelaku.

Penyitaan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi dan pola penyerangan yang terjadi.

Motif dan Dugaan Keterkaitan Masih Didalami

Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami motif di balik aksi penyerangan terhadap tenaga kesehatan tersebut.

Polisi juga belum menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. Selain itu, dugaan keterkaitan dengan kelompok tertentu, termasuk kelompok kriminal bersenjata (KKB), masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian memastikan akan terus mengembangkan kasus ini dan menyampaikan perkembangan terbaru setelah proses pemeriksaan selesai.

Sumber: