Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih Disorot di Papua Barat, PDIP Minta Evaluasi
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Barat, Markus Waran---Dok. Istimewa
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih di Papua Barat menuai perhatian.
Kedua program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini dinilai masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Barat, Markus Waran, menyebut bahwa koordinasi antara pelaksana program dan pemerintah daerah belum berjalan optimal.
Menurut Markus, kurangnya sinergi dengan dinas terkait membuat berbagai persoalan di lapangan sulit ditangani secara bersama.
Ia mencontohkan adanya laporan penolakan program MBG di beberapa sekolah. Hal tersebut dipicu kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
“Jika koordinasi tidak berjalan baik, maka ketika muncul masalah, penyelesaiannya juga menjadi terhambat,” ujarnya.
Selain program MBG, Markus juga menyoroti implementasi Koperasi Merah Putih yang dianggap belum melibatkan pemerintah kampung dan masyarakat setempat secara aktif.
Ia menilai, masyarakat seharusnya menjadi bagian utama dalam pelaksanaan program tersebut, bukan sekadar menjadi penerima manfaat.
“Partisipasi masyarakat penting agar program ini benar-benar berdampak pada ekonomi kampung,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kebijakan pengurangan dana desa turut berimbas pada terhambatnya sejumlah program pembangunan di tingkat kampung.
Kondisi ini juga berdampak pada melemahnya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang sangat bergantung pada dukungan anggaran tersebut.
Sebagai langkah tindak lanjut, PDIP menginstruksikan kader di berbagai lini—baik eksekutif maupun legislatif—untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG dan Koperasi Merah Putih.
Langkah ini bertujuan memastikan program berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
Markus berharap pemerintah pusat dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi kedua program tersebut.
Sumber: