Jarang Main di MU, Garnacho Pilih Hengkang: 'Saya Tidak Menyesal'
Garnacho Akui Penurunan Performa Jadi Titik Balik Karier-@garnacho7-Instagram
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Pemain sayap Chelsea, Alejandro Garnacho akhirnya buka suara terkait keputusannya meninggalkan Manchester United pada bursa transfer musim panas lalu.
Winger asal Argentina tersebut bergabung ke Stamford Bridge dengan nilai transfer mencapai £40 juta pada Agustus, setelah posisinya tersisih di skuad utama Setan Merah.
Saat masih ditangani Ruben Amorim, Garnacho termasuk dalam kelompok pemain yang disebut “bomb squad”.
Ia berada satu daftar dengan sejumlah nama besar seperti Antony, Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Tyrell Malacia.
Minimnya menit bermain menjadi faktor utama yang mendorong kepergiannya dari Old Trafford.
Dalam wawancara terbaru, Garnacho mengakui performanya menurun dalam enam bulan terakhir sebelum hengkang.
“Saya mulai lebih sering duduk di bangku cadangan. Itu bukan hal buruk karena saya masih muda, tapi dalam pikiran saya, saya ingin bermain di setiap pertandingan,” ujarnya.
BACA JUGA:Alejandro Garnacho Didekati River Plate, Chelsea Siap Lepas dengan Status Pinjaman?
Akui Sempat Lakukan Kesalahan
Pemain berusia 20 tahun itu juga secara terbuka mengakui bahwa dirinya sempat mengambil langkah yang keliru di masa sulit tersebut.
Ia menyebut kondisi mental dan ambisi bermain membuatnya tidak selalu mengambil keputusan terbaik.
Meski begitu, Garnacho menegaskan tidak menyimpan dendam terhadap mantan klubnya.
“Saya tidak punya hal buruk untuk dikatakan tentang Manchester United. Itu hanya fase dalam hidup, dan saya tidak menyesal,” tambahnya.
Situasi semakin memanas ketika Garnacho berselisih dengan Amorim usai mengkritik keputusan pelatih yang tidak memainkannya sebagai starter pada final UEFA Europa League melawan Tottenham Hotspur.
Kontroversi juga muncul dari luar lapangan, termasuk komentar sang saudara di media sosial serta unggahan Garnacho yang mengenakan jersey Aston Villa bertuliskan nama Rashford.
Sumber: