24 Dapur SPPG di Papua Barat Masih Tahap Penilaian, BGN Libatkan KPKNL

24 Dapur SPPG di Papua Barat Masih Tahap Penilaian, BGN Libatkan KPKNL

Sebaran 24 Dapur SPPG di Papua Barat Terungkap, Kaimana Paling Banyak---BGN

PAPUABARAT, DISWAY.ID - Program pembangunan 24 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Provinsi Papua Barat hingga kini masih berada dalam tahap penilaian atau appraisal.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Papua Barat, Erika Vionita Werinussa, menjelaskan bahwa proses penilaian tersebut berlangsung sepanjang April 2026 dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Semua masih dalam tahapan aprasial bulan April ini. Yang ikut dalam tim aprasial itu, kami selaku koordinator regional, koordinator wilayah, dan KPKNL,” ujarnya di Manokwari.

Sebaran Lokasi Dapur SPPG di Papua Barat

Rencana pembangunan dapur SPPG ini tersebar di sejumlah kabupaten di Papua Barat. Kabupaten Kaimana menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 16 dapur. Sementara itu, Fakfak direncanakan memiliki lima dapur. Adapun Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Manokwari Selatan masing-masing akan dibangun satu dapur.

Tahapan appraisal mencakup verifikasi dokumen, survei langsung ke lokasi, hingga analisis nilai aset. Hasil dari proses ini akan menjadi dasar penentuan kelayakan lokasi serta perencanaan pembangunan oleh tim KPKNL.

Namun demikian, Erika mengungkapkan bahwa tidak semua titik pembangunan telah memiliki investor.

“Dari keseluruhan itu, ada beberapa yang belum ada investornya,” ujarnya.

Syarat Ketat untuk Operasional Dapur MBG

BGN menegaskan bahwa setiap calon investor wajib memenuhi berbagai persyaratan sebelum dapur SPPG dapat beroperasi. Persyaratan tersebut tidak hanya terkait fasilitas produksi, tetapi juga aspek pendukung lainnya.

Salah satu syarat penting adalah keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan tetap terjaga.

“Saat aprasial tentu kami perhatikan semua ruangan yang wajib ada, termasuk IPAL. Dan, ketika beroperasi, kami wajibkan mereka penuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” ucap Erika.

Kapasitas Produksi Disesuaikan Wilayah 3T

Untuk wilayah 3T, kapasitas produksi dapur SPPG dirancang tidak terlalu besar, yakni di bawah 1.000 porsi per hari. Produksi ini ditujukan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Dari sisi infrastruktur, dapur SPPG akan dibangun dengan luas antara 60 hingga 120 meter persegi. Fasilitasnya meliputi area produksi, penyimpanan, hingga distribusi, dengan peralatan memasak skala besar yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

Sumber: antara