Dua Panggung Indonesia di Biennale Venesia 2026

Dua Panggung Indonesia di Biennale Venesia 2026

Poster Under the Volcano dan Hikayat Perahu.-dok. Bumi Purnati Indonesia-

PAPUABARAT.DISWAY.ID, JAKARTA - Biennale Venesia 2026 (La Biennale di Venezia 2026) menggelar festival internasional untuk tari, musik, dan teater, sejak 7 Juni hingga 24 Oktober 2026. Khusus untuk teater, akan berlangsung Festival Teater Internasional Ke-54 (The 54thInternational Theatre Festival) sepanjang 7-21 Juni 2026. Willem Dafoe sebagai direktur festival teater. Indonesia melalui independen produser Bumi Purnati Indonesia, akan menampilkan dua pementasan teater di festival bergengsi itu, yakni, Under the Volcano dan Hikayat Perahu/The Tale of Boat

Festival Teater Internasional itu sendiri akan menghadirkan 200 seniman dari seluruh dunia dalam 55 acara, termasuk 11 acara produksi dan ko-produksi, 10 perdana dunia (world premiere), 2 perdana Eropa dan 4 perdana Italia. Sekitar 610 pelamar mengajukan proposal pementasan mereka ke Festival yang kali ini mengambil tema “Alter-Native”, yang mengandung pengertian: “Alter” sebagai “perubahan” dan “Native” sebagai “sifat pribadi”. Atau, “Alter” sebagai “yang lain” dan “Native” sebagai “asal-usul budaya”. 

Festival Teater Internasional akan menampilkan kekayaan teater, dengan penekanan pada aksara, budaya, tradisi yang berbeda satu sama lain. Para penampil bukan hanya memproduksi kembali karya teater mereka, tetapi juga membuka jalan baru dan upaya alternatif dalam melihat dan memahami dunia yang berbeda. Program-progam Festival secara keseluruhan, sebagaimana dikatakan panitia Biennale Venesia, adalah untuk “menjelajahi dimensi utama pengalaman artistik langsung yang dipahami sebagai medium yang diperlukan untuk memperbarui. 

Selain pentas Under the Volcano dan Hikayat Perahu/The Tale of Boat produksi Bumi Purnati Indonesia, pentas-pentas teater yang akan meramaikan Festival itu adalah Cries karya Christos Stergioglou dan Alexandros Drakos Ktistakis (Yunani); trilogi Romance familiar (Ragada, Good Bye Lindita, Taverna Miresia) karya Mario Banushi (Yunani-Albania); Mugen Noh Othello karya Satoshi Myiagi (Jepang); Mischief Dance: A Journey Through Rhythm and Spirit karya Sharmila Biswas dan Odissi Dance (India); Star Returning: Venice karya Lemi Ponifasio (Selandia Baru); Hewa Rwanda: Letter to the Absent karya Dorcy Rugamba (Rwanda); duo Angelique Kidjo-Thierry Vaton (Benin-Prancis); perdana dunia I fantasmi di Basile karya Emma Dante (Italia); Promemoria karya Davide Iodice (Italia); perdana Italia Imago Vocis | spacetime in-between karya Alberto Colombo Sormani (Italia); pembacaan Bacio Sogno Autodistruzione karya Davide Pascarella dan Bruna Bonanno oleh Alessandro Businaro (Italia); Aka Jolly Roger karya Bruna Bonanno produksi Motus; Tacet karya Jacopo Giacomoni dengan sutradara Silvia Costa (Italia); Santa Giovanna dei Macelli produksi Civica Scuola di Teatro Paolo Grassi dengan sutradara Marco Plini (Italia); Comeradovera produksi Accademia Teatrale Carlo Goldoni dengan sutradara Giorgio Sangati; Quindici ragazze con qualche esperienza (gabungan dua naskah era 1980-an Festa al celeste e nubile santuario and Ragazze sole con qualche esperienza) produksi Scuola Teatro di Napoli-Teatro Nazionale dengan sutradara Arturo Cirillo. 

Selain pentas teater, Festival ini juga akan dengan serangkaian lokakarya keaktoran yang pesertanya dipilih langsung dan dimentori oleh Willem Dafoe. Selain Dafoe, pengampu lokakarya tersebut adalah Evangelia, Mary Randou, Simon McBurney, Silvia Costa, dan seorang mentor yang dipilih berdasarkan undangan Fabrizio Sinisi. Sementara lokakarya kritik teater akan diampu oleh Roberta Ferraresi dan Massimo Milella. Obrolan dan diskusi teater akan dipandu oleh jurnalis-kritikus teater Maddalena Giovanelli dan Andrea Porcheddu. Sepanjang Festival akan digelar pula penghormatan untuk Robert Wilson berupa pemutaran dokumentasi dan materi pementasan yang dikumpulkan oleh the Historical Archive of the Contemporary Arts of La Biennale di Venezia (ASAC). 

Festival Teater Internasional sebagai bagian dari Biennale Venesia 2026, selain berlangsung secara langsung, akan berlangsung pula secara daring (on air). La Biennale on Air sebagai siniar (podcast) resmi yang diluncurkan sejak September 2025 akan menyiarkan acara-acara Biennale melalui Spotify, Apple Podcasts, Amazon Music, YouTube dan situs web Biennale Venesia. 

Under the Volcano 

Teatro alle Tese, Arsenale 

Selasa-Rabu, 16-17 Juni 2026, 08.00 PM 

Sinopsis 

Sebelum bencana terjadi, suasana kehidupan manusia begitu harmonis. Orang-orang menjalankan kegiatan sehari-hari secara damai. Tiba-tiba gempa terjadi, diikuti letusan gunung dan tsunami. Para penghuni lereng panik dan berusaha menyelamatkan diri. Ketika letusan mereda, bencana lain terjadi: trauma dan kemiskinan. Sedikit demi sedikit masyarakat membangun kembali rumah dan desa mereka dengan bantuan banyak orang. Akhirnya kehidupan kembali normal dan damai. 

Konsep 

Under the Volcano adalah pentas teater-tari yang disutradarai oleh Yusril Katil, berkolaborasi dengan penata musik Elizar Koto, direktur artistik Restu Imansari Kusumaningrum dan dramaturg Rhoda Grauer, dengan para aktor dari Komunitas Seni Hitam-Putih dari Padang Panjang, Sumatera Barat. Karya ini mengambil inspirasi dari Syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh yang bercerita tentang meletusnya Gunung Krakatau pada Agustus 1883. Karya kolaboratif ini menjadi ruang tafsir terbuka di dalam memahami bencana pada masa lalu, termasuk hari ini, secara universal. Gerakan-gerakan tari kontemporer dalam karya ini bersumber dari gerakan-gerakan silat Minangkabau. 

Syair Lampung Karam sangat berarti bagi masyarakat Minangkabau, menjadi inspirasi dalam proses penciptaan karya. 

Sumber: