Uji Klinis Ungkap Vaksin Kanker Kulit Bisa Kurangi Risiko Kematian dan Kekambuhan

Uji Klinis Ungkap Vaksin Kanker Kulit Bisa Kurangi Risiko Kematian dan Kekambuhan

Peneliti Temukan Vaksin Revolusioner untuk Melanoma, Hasil Lima Tahun Bikin Optimistis-jcomp-magnific

PAPUABARAT, DISWAY.ID - Harapan baru muncul bagi penderita melanoma, salah satu jenis kanker kulit paling agresif dan berbahaya di dunia.

Sebuah vaksin berbasis teknologi mRNA bernama intismeran menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan setelah berhasil menurunkan risiko kekambuhan maupun kematian pada pasien melanoma stadium lanjut.

Temuan tersebut dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO) di Chicago dan langsung menarik perhatian komunitas medis internasional.

Para peneliti menilai keberhasilan ini dapat membuka jalan bagi pengembangan vaksin serupa untuk berbagai jenis kanker lain yang selama ini sulit ditangani.

BACA JUGA:Vaksin Penting untuk Calon Pengantin

Melanoma Masih Menjadi Ancaman Serius

Melanoma dikenal sebagai bentuk kanker kulit yang berkembang sangat cepat dan memiliki risiko tinggi menyebar ke organ-organ penting tubuh seperti paru-paru, hati, hingga otak.

Di Inggris saja, penyakit ini menyerang sekitar 21.000 orang setiap tahun. Ketika sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain, tingkat kelangsungan hidup pasien dalam lima tahun umumnya berada di kisaran 40 persen.

Karena itu, para ilmuwan terus mencari pendekatan baru yang dapat meningkatkan efektivitas terapi sekaligus mencegah kanker kembali muncul setelah pengobatan utama dilakukan.

Cara Kerja Vaksin Intismeran

Berbeda dengan vaksin konvensional yang digunakan untuk mencegah infeksi, intismeran dirancang untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali karakteristik unik sel kanker pada masing-masing pasien.

Dengan kemampuan tersebut, tubuh dapat membentuk respons imun yang lebih kuat ketika dikombinasikan dengan imunoterapi standar seperti pembrolizumab.

Pendekatan ini memungkinkan sel T, yang merupakan bagian penting dari sistem pertahanan tubuh, mengenali mutasi spesifik kanker dan menyerangnya secara lebih efektif.

Hasil Uji Klinis Lima Tahun

Penelitian yang dipimpin tim dari NYU Langone Health melibatkan 157 pasien melanoma yang telah menjalani operasi pengangkatan tumor.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menerima kombinasi vaksin intismeran dan pembrolizumab, sedangkan kelompok kedua hanya menjalani terapi standar menggunakan pembrolizumab.

Hasil pemantauan selama lima tahun menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan.

Sumber: