Sering Disebut Terlalu Sensitif? Kenali Ciri Highly Sensitive Person (HSP) dan Kelebihannya
ilustrasi sensitive person.-dok. canva-
papuabarat.disway.id - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita menemui seseorang—atau mungkin diri sendiri—yang sering kali dicap sebagai orang yang "terlalu baperan", "gampang tersinggung", atau "terlalu sensitif". Kutipan kalimat seperti, "Ah, begitu saja dimasukkan ke dalam hati," atau "Jangan terlalu sensitif dong jadi orang," seolah menjadi makanan sehari-hari.
Sering kali, lingkungan sosial menganggap sifat sensitif sebagai sebuah kelemahan karakter yang harus disembuhkan atau diubah agar seseorang bisa menjadi lebih "tangguh".
Pandangan ini keliru dan tidak adil.
Dalam dunia psikologi, sensitivitas yang tinggi bukan sebuah gangguan mental maupun kelemahan emosional. Kondisi ini merupakan sebuah sifat kepribadian bawaan yang dikenal sebagai Highly Sensitive Person (HSP), atau secara ilmiah disebut Sensory Processing Sensitivity (SPS).
Istilah yang pertama kali dicetuskan oleh psikolog Dr. Elaine Aron ini menjelaskan bahwa sekitar 15% hingga 20% populasi manusia terlahir dengan sistem saraf yang jauh lebih peka dan memproses informasi lingkungan dengan sangat mendalam dibandingkan orang awam.
Menjadi seorang HSP berarti otak Anda memiliki "antena" yang sangat tajam dalam menangkap detail kecil, emosi orang lain, hingga stimulasi fisik di sekitar.
Agar tidak lagi menghakimi diri sendiri secara negatif, mari kenali ciri-ciri utama seorang HSP serta sisi super atau kelebihan luar biasa yang mereka miliki:
Ciri-Ciri Utama Seorang Highly Sensitive Person (HSP)
Psikolog merangkum ciri khas seorang HSP menggunakan akronim D.O.E.S.:
1. Depth of Processing (Memproses Informasi Sangat Dalam)
Seorang HSP memiliki kecenderungan alami untuk menganalisis segala hal secara mendalam sebelum mengambil keputusan. Mereka adalah pemikir yang hebat, suka merenungkan makna hidup, dan sering kali terjebak dalam kondisi overthinking karena otak mereka terus-menerus membedah kejadian yang sudah lewat atau skenario masa depan.
2. Overstimulation (Mudah Merasa Jenuh atau Lelah Mental)
Karena sistem saraf yang terlalu peka, seorang HSP sangat mudah merasa kewalahan (overwhelmed) jika berada di lingkungan yang terlalu ramai, bising, atau penuh stimulus visual. Suara sirine yang keras, lampu neon yang terlalu silau, wewangian yang menyengat, hingga kafein yang terlalu kuat bisa membuat energi mereka terkuras habis dalam sekejap.
3. Emotional Reactivity & Empathy (Reaksi Emosional dan Empati Tinggi)
Sumber: