Studi Terbaru Ungkap Mikrobiota Usus Bisa Prediksi Risiko Alzheimer Sejak Usia Muda

Studi Terbaru Ungkap Mikrobiota Usus Bisa Prediksi Risiko Alzheimer Sejak Usia Muda

Studi Terbaru: Mikrobiota Usus Berpotensi Jadi Kunci Deteksi Dini Risiko Alzheimer-8photo-magnific

PAPUABARAT, DISWAY.ID - Sebuah penelitian terbaru dari Spanyol membuka peluang baru dalam upaya deteksi dini penyakit Alzheimer.

Para peneliti menemukan bahwa komposisi mikrobiota usus atau kumpulan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan berpotensi menjadi biomarker untuk mengidentifikasi risiko genetik Alzheimer, bahkan pada individu yang masih muda dan belum menunjukkan gejala.

Temuan tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan metode diagnosis non-invasif sekaligus membuka peluang lahirnya strategi pencegahan yang lebih personal terhadap penyakit neurodegeneratif yang hingga kini masih menjadi tantangan dunia medis.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Carlo Bressa, profesor sekaligus peneliti di Institut Penelitian Biomedis Universitas Francisco de Vitoria (UFV), Spanyol.

Menurutnya, hubungan antara kesehatan usus dan fungsi otak semakin menunjukkan peran penting dalam memahami mekanisme munculnya Alzheimer.

Hubungan Mikrobiota Usus dan Alzheimer

Dr. Carlo Bressa menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari semakin banyaknya bukti ilmiah mengenai keterkaitan poros usus-otak (gut-brain axis) dengan kesehatan sistem saraf.

Menurutnya, mikroorganisme yang hidup di dalam usus tidak hanya berfungsi membantu proses pencernaan, tetapi juga memengaruhi berbagai proses biologis, termasuk peradangan dan metabolisme yang berhubungan langsung dengan kesehatan otak.

"Kami melihat adanya indikasi kuat bahwa bakteri usus dapat memengaruhi proses inflamasi maupun metabolisme yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer," jelas Bressa.

Karena alasan itu, tim peneliti ingin mengetahui apakah individu yang membawa gen APOE4, yang dikenal sebagai faktor risiko utama Alzheimer, memiliki karakteristik mikrobiota usus yang berbeda meski masih berada dalam kondisi sehat.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pola tertentu pada mikrobiota usus yang berpotensi menjadi penanda awal risiko penyakit tersebut jauh sebelum gejala neurologis muncul.

APOE4 Jadi Faktor Risiko Genetik Terbesar

Dalam penelitian ini, perhatian utama tertuju pada gen APOE4, yang selama ini dikenal sebagai faktor genetik paling berpengaruh terhadap munculnya penyakit Alzheimer.

Menurut Dr. Bressa, seseorang yang membawa gen APOE4 memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami Alzheimer dibandingkan mereka yang tidak memilikinya, bahkan penyakit tersebut dapat muncul pada usia yang lebih muda.

Gen tersebut diketahui memengaruhi sejumlah proses penting di dalam otak, mulai dari metabolisme lemak, respons peradangan, pengelolaan stres oksidatif, hingga kemampuan sel saraf dalam memperbaiki serta mempertahankan fungsinya.

"Karena itu, kami ingin memahami bagaimana APOE4 berinteraksi dengan faktor biologis lain, termasuk mikrobiota usus. Interaksi tersebut diyakini memegang peranan penting dalam menentukan kesehatan otak seseorang," ujarnya.

Membuka Peluang Pengobatan Presisi

Sumber: