Jangan Asal Tanam! Ini Cara Budidaya Semangka yang Bisa Bikin Hasil Panen Melimpah
Cara Budidaya Semangka agar Hasil Panen Melimpah, Ini 10 Tahapannya-ededchechine-magnific
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Semangka merupakan salah satu buah yang banyak digemari masyarakat karena memiliki kandungan air tinggi dan terasa menyegarkan.
Di balik tingginya permintaan tersebut, tanaman semangka juga memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan apabila dibudidayakan dengan teknik yang tepat.
Budidaya semangka dapat dilakukan di berbagai kondisi wilayah, baik dataran rendah maupun dataran tinggi.
Namun, keberhasilan tanaman hingga menghasilkan buah berkualitas sangat bergantung pada pemilihan lahan, benih, pengairan, pemupukan, hingga proses pemanenan.
Bagi petani atau pemula yang ingin mencoba cara budidaya semangka, berikut sejumlah tahapan yang perlu diperhatikan.
1. Perhatikan syarat tumbuh tanaman semangka
Tahap pertama dalam budidaya semangka adalah memastikan kondisi lingkungan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Semangka dapat tumbuh dengan baik pada wilayah yang memiliki curah hujan sekitar 40-50 mm per bulan. Tanaman ini juga menyukai suhu sekitar 25 derajat Celsius pada siang hari.
Semangka dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun, tanaman ini lebih menyukai kondisi udara yang cenderung kering.
Lahan yang digunakan sebaiknya terbuka dan mendapatkan paparan sinar matahari secara langsung. Kekurangan cahaya matahari dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan berpotensi membuat waktu panen menjadi lebih lama.
Dari sisi tanah, semangka membutuhkan media yang gembur dan kaya unsur hara. Tingkat keasaman tanah atau pH yang ideal berada pada kisaran 6-6,7.
Jika pH tanah belum sesuai, petani dapat melakukan pengapuran terlebih dahulu untuk menyesuaikan kondisi tanah sebelum penanaman.
2. Siapkan benih semangka berkualitas
Pemilihan benih menjadi bagian penting untuk mendapatkan tanaman yang sehat dan produktif.
Salah satu jenis benih yang dapat digunakan adalah semangka hibrida impor, yang terdiri atas jenis triploid dan haploid.
Untuk benih triploid, kulit bijinya relatif keras sehingga perlu dilakukan perlakuan awal agar proses perkecambahan berjalan lebih mudah. Sementara itu, benih haploid memiliki kulit yang lebih lunak sehingga relatif lebih mudah disemaikan.
Sumber: