Tidur Cuma 4 Jam Semalam, Apakah Aman? Ini Dampaknya bagi Otak dan Kesehatan
Benarkah Tubuh Bisa Terbiasa Tidur 4 Jam?-yanalya-magnific
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Tidur yang cukup bukan hanya membuat tubuh terasa lebih segar ketika bangun. Waktu istirahat yang memadai juga berkaitan erat dengan kinerja mental, kesehatan otak, serta kondisi tubuh secara keseluruhan.
Sayangnya, tidak semua orang mampu memenuhi durasi tidur yang direkomendasikan secara ilmiah. Kesibukan, pekerjaan, sekolah, hingga berbagai faktor lainnya membuat sebagian orang terbiasa tidur lebih singkat.
Lantas, apakah waktu tidur memang bisa dipangkas tanpa mengganggu kesehatan dan membuat tubuh tetap segar saat bangun?
Kualitas tidur memang mempunyai peran penting dalam menentukan kondisi seseorang setelah terjaga. Namun, tidur dengan kualitas baik sekalipun tidak serta-merta menghilangkan dampak buruk apabila durasinya jauh lebih pendek dari kebutuhan tubuh.
Secara umum, kebanyakan orang dewasa membutuhkan sekitar 7 hingga 8 jam tidur setiap hari untuk mendukung kesehatan secara optimal.
Kebutuhan tersebut berbeda pada anak-anak dan remaja karena tubuh mereka masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.
Remaja dianjurkan mendapatkan sekitar 8 hingga 10 jam tidur setiap malam, sedangkan siswa kelas 9 hingga 12 membutuhkan sekitar 10 hingga 13 jam sehari.
Apakah Tidur 4 Jam Semalam Baik untuk Kesehatan?
Bagi sebagian besar orang, tidur 4 jam semalam tidaklah cukup untuk membuat tubuh benar-benar pulih dan bangun dalam kondisi segar serta waspada.
Ada anggapan bahwa tubuh pada akhirnya dapat terbiasa dengan waktu tidur yang sangat singkat jika dilakukan terus-menerus.
Namun, anggapan tersebut tidak didukung bukti yang menunjukkan bahwa organ tubuh dapat sepenuhnya beradaptasi dengan kekurangan waktu tidur dalam jangka panjang.
Dengan kata lain, seseorang mungkin merasa sudah terbiasa tidur sedikit, tetapi hal tersebut tidak berarti tubuh tidak terkena dampaknya.
Kebutuhan tidur juga dapat meningkat pada orang yang rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Tubuh memerlukan waktu istirahat untuk melakukan proses pemulihan setelah menerima stres fisik.
Sebuah studi pada 2018 yang meneliti kebiasaan tidur lebih dari 10.000 orang menemukan adanya hubungan antara durasi tidur yang sangat pendek dengan perubahan pada fungsi otak.
Dalam studi tersebut, tidur secara rutin selama 4 jam semalam disebut berkaitan dengan kondisi penuaan otak partisipan hingga sekitar 8 tahun.
Risiko Tidur Kurang dari 7 Jam dalam Jangka Panjang
Sumber: