Cegah Keracunan Pangan, Pemprov Papua Barat Daya Perkuat Pengawasan Program MBG
Pemprov Papua Barat Daya Maksimalkan Satgas Awasi Pelaksanaan Program MBG---Dok. Istimewa
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) memperkuat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan distribusi makanan kepada masyarakat berjalan aman dan sesuai ketentuan.
Pengawasan dilakukan melalui satuan tugas (satgas) secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengatakan pengawasan terhadap program MBG akan dimaksimalkan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Menurut Ahmad, pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat pemerintah provinsi, tetapi juga diperkuat hingga jajaran pemerintah kabupaten dan kota.
"Pemerintah juga akan memaksimalkan satgas. Hal-hal yang memang dan BPK, baik di tingkat provinsi maupun secara berjenjang sampai di tingkat kabupaten/kota," katanya di Sorong, Sabtu.
Penguatan pengawasan tersebut dilakukan untuk meminimalkan berbagai persoalan yang dapat muncul dalam pelaksanaan program MBG.
Salah satu perhatian pemerintah adalah aspek keamanan pangan, termasuk mengantisipasi terjadinya kasus keracunan makanan yang berkaitan dengan penyediaan menu MBG.
Ahmad mengatakan mekanisme pengawasan internal juga akan diperkuat. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap berbagai kejadian yang berpotensi mengganggu pelaksanaan program MBG dapat dicegah agar tidak kembali terjadi.
45 SPPG Dukung Program MBG
Selain memperkuat pengawasan, Pemprov Papua Barat Daya juga memberikan dukungan terhadap operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
SPPG menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG karena berperan dalam penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Ahmad menjelaskan, saat ini terdapat 45 SPPG yang mendukung pelaksanaan program MBG di Papua Barat Daya.
Jumlah tersebut terdiri atas 31 SPPG aglomerasi yang telah beroperasi serta 14 SPPG yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Keberadaan puluhan SPPG tersebut mendukung penyaluran program MBG kepada masyarakat di berbagai wilayah Papua Barat Daya.
Penerima Manfaat Capai 84.180 Orang
Sumber: