Studi Ungkap Menopause Lebih Dini Berkaitan dengan Kesehatan Otak di Usia Lanjut
Usia Menopause Bisa Berkaitan dengan Kesehatan Otak Bertahun-tahun Kemudian---magnific
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang disertai berbagai perubahan pada tubuh.
Semburan panas atau hot flashes, kerontokan rambut, hingga perubahan kadar hormon menjadi beberapa kondisi yang umum dikaitkan dengan masa tersebut.
Namun, perubahan akibat menopause ternyata tidak hanya berkaitan dengan sistem reproduksi. Sejumlah penelitian juga mulai melihat hubungan antara menopause dan kesehatan otak dalam jangka panjang.
Salah satu penelitian terbaru yang diterbitkan di JAMA Network Open menemukan adanya kaitan antara usia saat seorang perempuan mengalami menopause dengan kondisi kognitifnya ketika memasuki usia lanjut.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 2.603 perempuan lanjut usia. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami menopause pada usia lebih muda cenderung mengalami penurunan kognitif yang lebih cepat dibandingkan mereka yang mengalami menopause pada usia lebih lanjut.
Dalam penelitian itu, setiap satu tahun lebih awal mengalami menopause dikaitkan dengan penurunan daya ingat yang lebih cepat.
Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan usia munculnya penyakit Alzheimer yang lebih dini serta lebih banyaknya white matter hyperintensity atau hiperintensitas materi putih pada otak.
Hiperintensitas materi putih merupakan titik-titik terang yang terlihat dalam pemeriksaan otak dan dapat menjadi penanda adanya perubahan atau kerusakan pada materi putih. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan berbagai penyakit neurodegeneratif, termasuk demensia.
Lantas, apakah perempuan yang mengalami menopause lebih dini harus langsung khawatir terhadap kesehatan otaknya?
Para ahli menilai hasil penelitian tersebut perlu dipahami secara proporsional.
Menopause Tidak Hanya Berkaitan dengan Sistem Reproduksi
David Perlmutter, M.D., F.A.C.N., A.B.I.H.M., ahli saraf bersertifikat sekaligus penulis buku Brain Defenders, mengatakan penelitian tersebut memperkuat pemahaman bahwa menopause tidak hanya merupakan perubahan dalam sistem reproduksi.
Menurutnya, menopause juga merupakan fase yang berkaitan dengan perubahan pada otak.
"Temuan ini memperkuat sesuatu yang baru mulai kita pahami sepenuhnya: Menopause bukan sekadar peristiwa reproduksi. Ini juga merupakan peristiwa yang melibatkan otak," jelas Perlmutter.
Ia menilai temuan semacam ini juga dapat membantu menjelaskan mengapa perempuan memiliki kemungkinan sekitar dua kali lebih besar untuk didiagnosis dengan penyakit Alzheimer dibandingkan laki-laki.
Sumber: