Minuman Energi Dikaitkan dengan Risiko Serangan Jantung pada Orang Dewasa Muda, Ini Temuannya
Waspada Konsumsi Minuman Energi, Penelitian Temukan Kaitan dengan Gangguan Jantung---magnific
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Konsumsi minuman energi dengan kandungan kafein tinggi kembali menjadi perhatian setelah sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan kaitan antara produk tersebut dengan laporan gangguan kardiovaskular serius.
Temuan ini terutama menyoroti kelompok dewasa muda berusia 18 hingga 34 tahun yang selama ini umumnya tidak masuk kategori usia berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.
Dalam analisis tersebut, minuman energi berkafein dan suplemen yang mengandung zat stimulan tercatat lebih sering muncul dalam laporan mengenai kejadian jantung serius dibandingkan produk makanan dan suplemen tanpa kandungan stimulan.
Para peneliti juga menyoroti meningkatnya popularitas produk penambah energi. Penjualan minuman energi berkafein disebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat selama satu dekade terakhir. Di sisi lain, penelitian mengenai dampak konsumsi produk tersebut dalam jumlah besar masih terus berkembang.
Sejumlah laporan tenaga kesehatan sebelumnya turut mencatat kasus aritmia atau gangguan irama jantung hingga kematian jantung mendadak pada orang yang mengonsumsi minuman energi maupun suplemen stimulan. Beberapa kasus melibatkan individu berusia muda yang tidak diketahui memiliki faktor risiko penyakit jantung sebelumnya.
Kandungan Kafein Minuman Energi Bisa Sangat Tinggi
Mengacu pada pernyataan ilmiah American Heart Association (AHA) mengenai kafein dan kesehatan kardiovaskular, konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari secara umum dianggap aman bagi sebagian besar orang dewasa.
Jumlah tersebut kurang lebih setara dengan lima cangkir kopi hitam biasa. Namun, kandungan kafein dalam minuman energi dan suplemen olahraga tertentu dapat jauh lebih tinggi dibandingkan kopi seduh.
Beberapa produk minuman energi dilaporkan memiliki kandungan kafein hingga tiga kali lebih banyak per ons cairan dibandingkan kopi. Sementara itu, sejumlah suplemen pre-workout bahkan dapat mengandung kafein lebih dari 12 kali lipat per ons cairan.
Penulis penelitian, Sai Samayamanthula, mengingatkan bahwa produk penambah energi kerap dipasarkan bersama minuman ringan dan air kemasan. Kondisi tersebut dapat membuat konsumen menganggap produk tersebut sebagai minuman sehari-hari yang tidak memiliki risiko berarti.
Menurutnya, konsumsi sesekali mungkin hanya menimbulkan risiko kecil bagi banyak orang sehat. Namun, penggunaan rutin beberapa produk berkafein sekaligus dapat membuat asupan kafein harian melampaui batas yang disarankan. Karena itu, masyarakat perlu memahami potensi dampaknya terhadap kesehatan jantung.
Henti Jantung Lebih Sering Muncul dalam Laporan Produk Stimulan
Untuk mengetahui pola kejadian yang dilaporkan, tim peneliti menganalisis basis data keamanan pemerintah Amerika Serikat yang mencatat laporan reaksi merugikan terhadap berbagai produk.
Data yang diteliti mencakup 28.345 laporan dari individu berusia 13 tahun ke atas selama periode 2017 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 854 laporan berkaitan dengan minuman energi atau suplemen diet yang mengandung kafein maupun stimulan lainnya.
Sementara itu, 27.491 laporan lainnya melibatkan produk tanpa kandungan kafein atau stimulan, seperti minuman ringan, pengganti makanan, protein bar, smoothie, dan vitamin.
Hasil perbandingan menunjukkan bahwa laporan henti jantung pada kelompok produk berkafein dan stimulan tercatat sekitar 11 kali lebih sering dibandingkan kelompok produk tanpa kandungan tersebut.
Sumber: