Warnet Jadi Ruang Aman: Ketika Game Online Bukan Biang Kekerasan, tapi Pelarian Mental

Warnet Jadi Ruang Aman: Ketika Game Online Bukan Biang Kekerasan, tapi Pelarian Mental

Game Online, Racun Jejak Digital, dan Ledakan SMAN 72: Sinyal Bahaya dari Dunia Maya-dok. istimewa-

PAPUABARAT.DISWAY.ID - Di saat game online kembali dituding sebagai pemicu kekerasan usai peristiwa SMAN 72 Jakarta, suasana berbeda justru terlihat di sebuah warnet di Kembangan, Jakarta Barat.

Di Colosseum Arena, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pelajar silih berganti datang—bukan untuk meniru kekerasan virtual, melainkan mencari jeda dari tekanan hidup yang kian menyesakkan.

Berada di tengah deretan ruko di Jalan Kembangan Raya, warnet ini nyaris tak pernah sepi. Di sekelilingnya, warung makan sederhana dan toko kelontong berdiri berdampingan. Namun di dalam, layar-layar monitor menyala menjadi ruang aman bagi mereka yang lelah menghadapi target kerja, kemacetan, dan rutinitas kota.

Game sebagai Tempat “Pulang” Setelah Lelah Bekerja

Rayhan Firmansyah, karyawan kantoran, mengaku hampir selalu mampir ke Colosseum Arena setiap akhir pekan. Baginya, bermain PUBG atau Valorant bukan soal adrenalin, melainkan cara paling masuk akal untuk melepas stres.

“Main game itu stress release. Bukan buat marah atau jadi kasar,” ujarnya.

Ia justru melihat game sebagai sarana melatih kerja sama, refleks, dan pemecahan masalah—sesuatu yang jarang ia temukan di luar layar.

Cerita serupa datang dari Agung, pemain rutin akhir pekan. Baginya, game bukan hanya hiburan, tetapi juga medium bersosialisasi.

“Serunya main sama orang random, nambah teman. Kadang malah lupa capek kerja,” katanya.

Bukan Sekadar Hiburan, tapi Ruang Bernapas

Pandu, operator Colosseum Arena, menyebut pengunjung warnet didominasi mahasiswa dan pekerja yang ingin rehat mental. Anak-anak biasanya bermain sekitar satu jam, sementara orang dewasa bisa bertahan tiga hingga empat jam.

“Normal aja. Buat ngilangin capek,” ujarnya.

Menurut Pandu, warnet ini bukan sekadar tempat bermain game seperti Roblox, Dota 2, atau Valorant, tetapi juga ruang aman bagi mereka yang butuh ketenangan sejenak dari dunia nyata.

Wacana Blokir Game dan Kekhawatiran Gamer

Sumber: