Bukan Sekadar Cemas, Ini Cara Tepat Mengatasi Gangguan Panik
Dokter Jelaskan Cara Mengatasi Serangan Panik Tanpa Memicu Kepanikan Berlebih-8photo-Freepik
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Serangan panik kerap muncul secara tiba-tiba dan sering kali membuat penderitanya merasa takut serta kewalahan, meskipun tidak ada ancaman nyata.
Kondisi gangguan panik ini berbeda dengan rasa cemas biasa karena dapat memicu reaksi fisik yang intens dalam waktu singkat.
Dokter Abi dari platform kesehatan Halodokter menjelaskan bahwa rasa panik sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap situasi yang dianggap berbahaya, seperti kehilangan barang penting atau menghadapi masalah mendadak. Namun, pada serangan panik, respons tersebut muncul tanpa pemicu yang jelas dan berlangsung secara ekstrem.
Menurut Dokter Abi, serangan panik ditandai dengan berbagai gejala fisik, seperti detak jantung meningkat, napas terasa pendek, pusing, otot menegang, hingga tubuh gemetar.
Gejala ini dapat terjadi kapan saja, baik saat beraktivitas maupun ketika sedang beristirahat.
BACA JUGA:5 Jenis Kelelahan yang Sering Dialami, Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya
Hingga kini, penyebab gangguan panik masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kesalahan sistem saraf dan otak dalam menafsirkan sensasi tubuh sebagai ancaman, sehingga memicu respons panik yang berlebihan.
Selain itu, sejumlah faktor risiko juga disebut dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami serangan panik, seperti riwayat keluarga dengan gangguan panik, masalah kesehatan mental seperti depresi, pengalaman traumatis, hingga aktivitas fisik dan mental yang berlebihan.
Untuk membantu mengatasi serangan panik tanpa semakin panik, Dokter Abi menyarankan langkah pertama berupa mengatur pernapasan secara perlahan dan terkontrol. Salah satu teknik yang dianjurkan adalah teknik pernapasan 4-7-8, yakni menarik napas selama empat hitungan, menahannya tujuh hitungan, lalu menghembuskan napas perlahan selama delapan hitungan.
Latihan pernapasan ini dinilai efektif dalam menenangkan sistem saraf dan dapat dilakukan secara rutin sebagai cara mencegah serangan panik muncul kembali. Menutup mata atau menghentakkan kaki secara perlahan juga dapat membantu mengembalikan fokus saat panik terjadi.
Langkah kedua untuk mengatasi gangguan panik adalah melakukan teknik relaksasi otot, dengan cara mengencangkan lalu melepaskan otot tubuh secara bertahap. Contohnya, mengepalkan tangan selama beberapa detik kemudian melepaskannya perlahan untuk membantu mengurangi ketegangan tubuh.
Selanjutnya, Dokter Abi merekomendasikan teknik grounding sebagai cara efektif mengalihkan pikiran dari rasa cemas berlebihan. Teknik ini bertujuan membawa kesadaran kembali ke kondisi saat ini dengan melibatkan seluruh indra.
BACA JUGA:Dokter Jiwa Ungkap Alasan Pikiran Sulit Dikendalikan, Banyak Orang Baru Sadar di Usia 30an
Salah satu metode grounding yang mudah dilakukan adalah teknik 5-4-3-2-1, yaitu dengan menyebutkan lima benda yang terlihat, empat benda yang bisa disentuh, tiga suara yang terdengar, dua aroma yang tercium, dan satu rasa yang bisa dikecap.
Sumber: