Maba Wajib Tahu! Begini Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Word Tanpa Ribet
Tutorial Lengkap Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Microsoft Word-drobotdean-Freepik
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Membuat daftar isi otomatis di Microsoft Word sangat penting bagi mahasiswa, terutama bagi kamu yang sedang menyusun makalah, laporan, hingga skripsi.
Dengan daftar isi otomatis, perubahan halaman akan langsung diperbarui tanpa harus mengedit secara manual.
Tutorial ini cocok untuk pemula, termasuk mahasiswa baru (maba) yang masih belajar mengolah dokumen akademik secara rapi dan profesional.
Persiapan Sebelum Membuat Daftar Isi Otomatis
Sebelum memulai cara membuat daftar isi otomatis di Word, pastikan dokumen sudah tersusun rapi. Kamu perlu menyiapkan naskah seperti kata pengantar, BAB, subbab, hingga daftar pustaka.
Pastikan juga tersedia halaman kosong khusus daftar isi agar hasil daftar isi otomatis terlihat rapi dan sesuai format karya ilmiah.
Memahami BAB dan Subbab di Microsoft Word
Agar daftar isi otomatis Word bisa terbaca dengan benar, kamu wajib memahami perbedaan antara BAB dan subbab. Judul seperti Kata Pengantar, BAB I, BAB II, dan Daftar Pustaka dikategorikan sebagai Heading 1.
Sementara itu, judul seperti 1.1 Latar Belakang atau 1.2 Rumusan Masalah dimasukkan sebagai Heading 2, dan subbagian lebih kecil bisa menggunakan Heading 3.
Mengaktifkan Navigation Pane untuk Cek Struktur Dokumen
Langkah awal dalam membuat daftar isi otomatis di Word adalah menekan tombol Ctrl + F pada keyboard untuk memunculkan Navigation Pane.
Dengan fitur ini, kamu bisa melihat struktur dokumen berdasarkan heading, sehingga memudahkan pengecekan BAB dan subbab sebelum membuat daftar isi.
Mengatur Heading 1 untuk BAB dan Judul Utama
Blok judul seperti Kata Pengantar, lalu klik kanan dan pilih Heading 1. Gunakan opsi Update Heading 1 to Match Selection agar format tetap konsisten.
Penggunaan Heading 1 di Word ini sangat penting karena menjadi dasar utama daftar isi otomatis.
Mengatur Heading 2 untuk Subbab agar Nomor Tidak Lompat
Untuk subbab, blok judul lalu pilih Heading 2. Namun, pada BAB berikutnya, jangan langsung menggunakan Heading 2 standar karena penomoran bisa melanjutkan dari BAB sebelumnya.
Solusinya adalah membuat custom style Heading 2 dengan cara menyimpan style baru melalui menu Modify Style agar nomor subbab kembali ke format 2.1, 3.1, dan seterusnya.
Sumber: