Kurangnya asupan zat besi atau vitamin, terutama vitamin C, dapat meningkatkan risiko sariawan. Kondisi daya tahan tubuh yang menurun juga ikut berperan.
3. Gangguan Sistem Imun dan Pencernaan
Beberapa literatur mengaitkan sariawan dengan gangguan seperti iritasi pencernaan atau yang sering disebut “panas dalam”.
4. Stres dan Faktor Psikologis
Tingkat stres yang tinggi dapat memicu perubahan hormon dan sistem metabolisme tubuh, yang berpotensi memunculkan sariawan.
5. Penggunaan Behel dan Perubahan Kebiasaan
Penggunaan kawat gigi (behel) sering menyebabkan gesekan pada jaringan mulut. Selain itu, berhenti merokok juga dapat memicu munculnya sariawan sebagai bentuk adaptasi tubuh.
BACA JUGA:Ritual Pagi 5 Menit yang Bikin Mood Auto Bagus: Tips Semangat Kerja Tanpa Ketergantungan Kopi
Cara Mengatasi Sariawan Secara Alami dan Medis
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan sariawan:
1. Berkumur Air Garam
Larutkan setengah hingga satu sendok garam dalam segelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama 30–60 detik.
Cara ini membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.
2. Konsumsi Vitamin C Secukupnya
Vitamin C berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan mulut. Namun, konsumsinya harus sesuai kebutuhan, karena kekurangan maupun kelebihan dapat memicu masalah kesehatan.
3. Jaga Kebersihan Mulut
Menyikat gigi secara rutin dengan teknik yang benar dapat mencegah iritasi dan infeksi pada rongga mulut.
BACA JUGA:Tips Sehat Anak 2026: Cara Alami Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Tanpa Kimia Berlebih
Bedakan Sariawan dengan Gusi Berdarah
Banyak orang mengira gusi berdarah saat menyikat gigi adalah sariawan. Padahal, kondisi tersebut sering kali disebabkan oleh penumpukan karang gigi.
Jika mengalami gusi berdarah disertai bau mulut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan seperti scaling.