Menurut dr. Hamidah, obat tersebut memang dapat membantu melegakan pernapasan dalam waktu singkat. Namun, penggunaannya tidak disarankan dalam jangka panjang.
“Penggunaan oxymetazoline ada aturannya dan tidak direkomendasikan untuk penggunaan berkepanjangan karena dapat menimbulkan efek samping pada kesehatan hidung,” jelasnya.
Efek samping yang dapat muncul antara lain sensasi terbakar di rongga hidung hingga kondisi hidung yang justru semakin tersumbat setelah penggunaan rutin.
Karena itu, penggunaan obat-obatan hidung sebaiknya dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter agar lebih aman dan sesuai kebutuhan pasien.
Untuk mencegah hidung tersumbat, masyarakat disarankan mengenali faktor pemicu alergi masing-masing dan menghindarinya. Debu, asap rokok, polutan, hingga aroma tertentu dapat menjadi pencetus utama gangguan pernapasan.
“Kunci utama alergi adalah avoidance atau menghindari faktor pemicu,” ujar dr. Hamidah.
Menjaga kebersihan rongga hidung juga penting dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan rutin mencuci hidung menggunakan cairan saline atau NaCl untuk membantu membersihkan saluran napas.
Apabila keluhan hidung tersumbat tidak kunjung membaik atau berlangsung terus-menerus, pemeriksaan ke dokter THT sangat dianjurkan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah terdapat kelainan struktur maupun benjolan di dalam rongga hidung yang menjadi penyebab utama gangguan pernapasan.