PAPUABARAT, DISWAY.ID - Manchester City memasuki fase akhir bursa transfer dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Klub memang telah mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan pemain baru dan melepas sejumlah pemain dengan nilai transfer signifikan.
Namun, di balik aktivitas tersebut, Manchester City justru dinilai memiliki skuad yang lebih lemah dibandingkan saat menutup musim lalu.
Masalahnya bukan hanya mengenai jumlah pemain yang pergi dan datang. The Citizens juga kehilangan sejumlah sosok penting yang selama bertahun-tahun menjadi pemimpin di ruang ganti sekaligus bagian penting dari sistem permainan.
Situasi tersebut semakin terasa karena dampak absennya Pep Guardiola juga disebut kerap kurang mendapatkan perhatian.
Rodri dan Bernardo Tinggalkan Lubang Besar
Salah satu kehilangan terbesar Manchester City adalah Rodri.
Gelandang asal Spanyol tersebut mencatatkan 298 penampilan bersama Manchester City dan membantu klub meraih 14 trofi bergengsi sebelum akhirnya pindah ke Barcelona dengan nilai transfer sekitar £51,3 juta.
Peran Rodri selama berada di Manchester City sangat sulit digantikan. Ia bukan hanya bertugas memutus serangan lawan, tetapi juga menjadi pemain yang mengatur tempo pertandingan.
Ketika Manchester City membutuhkan kontrol untuk memperlambat permainan, Rodri mampu memberikan solusi. Ia juga dapat melindungi lini belakang ketika bek sayap bergerak membantu serangan serta memiliki kemampuan untuk melewati tekanan awal lawan.
Kehilangan lainnya datang dari Bernardo Silva. Pemain asal Portugal itu meninggalkan Manchester City dengan status bebas transfer dan bergabung dengan Real Madrid.
Selama sembilan tahun, Bernardo menjadi salah satu pemain penting dalam era Guardiola. Fleksibilitasnya membuat ia bisa menjalankan berbagai peran, mulai dari bermain di sisi kanan, menjadi gelandang, masuk ke area tengah, bermain lebih dalam, hingga mengisi posisi bek sayap dalam kondisi tertentu.
Lini Pertahanan Juga Kehilangan Kedalaman
Masalah Manchester City tidak berhenti di lini tengah.
John Stones juga meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir. Selama sepuluh tahun di Manchester City, Stones mencatatkan hampir 300 penampilan dan memenangkan 19 trofi.
Kontribusinya pada musim terakhir memang sempat terganggu persoalan cedera. Namun, kepergiannya tetap membuat Manchester City kehilangan salah satu pemain berpengalaman yang memahami sistem permainan klub.
Nathan Ake juga dilepas ke Fenerbahce setelah enam musim memperkuat Manchester City.