Kapasitas RAM dan penyimpanan yang sama-sama besar membuat kedua ponsel tetap memiliki kemampuan multitasking dan penyimpanan yang mumpuni.
Kamera Xiaomi dan Vivo punya pendekatan berbeda
Perbedaan paling menarik terlihat pada sektor kamera.
Xiaomi 18 Pro Max membawa kamera utama 200MP dengan aperture f/1.7, OIS, dan sensor berukuran 1/1,28 inci. Sistem kameranya juga menggunakan teknologi optik Leica.
Di sisi lain, Vivo X500 Pro Max menggunakan kamera utama 50MP dengan aperture f/1.6, OIS, sensor 1/1,28 inci, serta teknologi Zeiss.
Xiaomi memiliki keunggulan dari sisi resolusi kamera utama.
Namun, Vivo menawarkan konfigurasi telefoto yang lebih menarik. Kamera periskop 200MP miliknya mendukung optical zoom 3,5x dengan OIS, sedangkan Xiaomi menawarkan zoom optik 3,2x.
Untuk kamera ultrawide, Vivo juga memiliki bidang pandang hingga 119 derajat dan autofocus. Xiaomi menggunakan kamera ultrawide 50MP dengan bidang pandang 102 derajat dan PDAF.
Vivo turut membawa sejumlah fitur pencitraan seperti lapisan Zeiss T*, Laser AF, serta 3D LUT.
Kemampuan video juga berbeda
Kedua ponsel sama-sama mampu merekam video hingga resolusi 8K pada 30fps dan mendukung Dolby Vision serta format Log 10-bit.
Namun, Vivo X500 Pro Max memiliki keunggulan pada perekaman 4K hingga 240fps.
Xiaomi 18 Pro Max mendukung perekaman 4K hingga 120fps.
Untuk kamera depan, keduanya sama-sama menggunakan sensor 50MP dengan autofocus dan mampu merekam video 4K 60fps.
Xiaomi memiliki tambahan dukungan HDR10+ pada kamera selfie.
Xiaomi unggul di sektor baterai
Untuk daya tahan, Xiaomi 18 Pro Max membawa baterai berkapasitas 8.500mAh.
Kapasitas tersebut sedikit lebih besar dibandingkan Vivo X500 Pro Max yang menggunakan baterai 8.000mAh.