PAPUABARAT, DISWAY.ID - Mantan Ketua DPW Partai NasDem Papua Barat Daya, Petrus Kasihiw, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia mendapat kepercayaan untuk memimpin DPW PSI Papua Barat setelah meninggalkan jabatan sebelumnya di NasDem.
Petrus mengungkapkan, keputusannya bergabung dengan PSI telah melalui berbagai pertimbangan. Salah satu faktor yang memengaruhi pilihannya adalah kekagumannya terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang ia jadikan panutan dalam perjalanan politiknya.
“Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama melihat figur Bapak Jokowi sebagai panutan, karena waktu itu beliau adalah presiden dan kami adalah bawahan beliau selaku bupati, dan banyak hal positif yang telah diraih oleh beliau, saya tertarik dan saya ingin sekali mengikuti perjuangan beliau,” kata Petrus di Kantor DPP PSI, Jakarta, Senin siang, 19 Oktober 2026.
Mantan Bupati Teluk Bintuni dua periode tersebut mengatakan ingin melanjutkan kiprah politiknya melalui PSI setelah mengundurkan diri dari posisi Ketua DPW NasDem Papua Barat Daya.
Ahmad Ali Berperan dalam Kepindahan Petrus Kasihiw ke PSI
Petrus turut menjelaskan peran Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, dalam proses kepindahannya. Menurut dia, Ahmad Ali menjadi penghubung yang mempertemukannya dengan pimpinan PSI hingga akhirnya ia menyatakan bergabung dengan partai tersebut.
“Saya memang melihat figur beliau. Saya belum melihat di media dan juga kenal beliau karena ya bekas pimpinan kami dulu, dan juga yang punya peran besar sebenarnya tuh Pak Bro Ben, dan juga yang ketemu langsung. Tapi beliau, Bro Ben membawa saya ketemu dengan Bapak atau Bang Ahmad Ali di kediaman beliau dan akhirnya saya menyatakan sikap saya ikut Abang,” ujarnya.
Ahmad Ali menyambut positif keputusan Petrus bergabung dengan PSI. Ia mengaku telah mengenal kemampuan dan rekam jejak kerja Petrus sejak keduanya masih berada di partai yang sama.
“Saya cukup mengenal beliau karena saya lama bersama-sama beliau sebagai pimpinan beliau di partai tetangga dulu. Dan tentunya saya tahu bagaimana kemampuan kerja dia, kinerja dia, dan ketika saya dihubungi oleh beliau bahwa beliau ingin bergabung bersama PSI, tentunya siapa pun dia, partai mana pun dia, kader sekelas Pak Petrus pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu,” ungkap Ahmad Ali.
PSI Ingin Perkuat Basis Politik di Papua Barat
Ahmad Ali menjelaskan, PSI terlebih dahulu memastikan status keanggotaan Petrus di partai sebelumnya sebelum melanjutkan proses penerimaan. Setelah berkomunikasi dengan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, Petrus akhirnya resmi bergabung dan menerima jaket partai.
Menurut Ahmad Ali, pengalaman Petrus sebagai mantan kepala daerah selama dua periode dan mantan calon gubernur Papua Barat Daya menjadi modal yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat partai di wilayah tersebut.
“Beliau ini punya pengalaman tanding yang cukup bagus. Kemarin maju sebagai calon gubernur dia belum menang, tapi artinya belum menang, dia runner-up. Dan artinya selalu ada basis, ada pengalaman, ada pengetahuan,” harapnya.
PSI berharap kehadiran Petrus dapat membantu memperluas dukungan politik sekaligus memperkuat posisi partai di Papua Barat. Ahmad Ali juga menargetkan PSI mampu menjadi salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan, termasuk dalam perebutan posisi pimpinan DPRD.
“Tentunya harapan kita setidak-tidaknya PSI di Papua Barat akan menjadi salah satu pimpinan partai, pimpinan (DPRD) yang ada di sana,” tutupnya.