Probiotik, Prebiotik, Sinbiotik, dan Postbiotik: Apa Perbedaannya bagi Kesehatan Usus?

Probiotik, Prebiotik, Sinbiotik, dan Postbiotik: Apa Perbedaannya bagi Kesehatan Usus?

Kenali Perbedaan Probiotik, Prebiotik, Sinbiotik, dan Postbiotik untuk Pencernaan-pch.vector-magnific

Sementara itu, Bifidobacterium longum 35624 telah diteliti untuk membantu meredakan sejumlah gejala IBS, seperti kembung dan nyeri perut.

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat jumlah galur atau klaim kesehatan pada kemasan. Identitas galur, dosis, kondisi yang dituju, dan bukti penelitian menjadi pertimbangan penting sebelum memilih suplemen probiotik.

3. Sinbiotik, Kombinasi probiotik dan Prebiotik

Sinbiotik menggabungkan probiotik dan prebiotik dalam satu produk atau formulasi. Kombinasi tersebut dirancang untuk memadukan mikroorganisme hidup dengan komponen yang mendukung aktivitas atau pertumbuhannya.

Contoh formulasi sinbiotik antara lain kombinasi bakteri Bifidobacterium dengan frukto-oligosakarida (FOS), serta Lactobacillus dengan inulin.

Dalam pola makan sehari-hari, yoghurt Yunani yang dipadukan dengan bahan kaya prebiotik atau kefir yang dicampur pisang dan oat dapat menjadi contoh kombinasi makanan yang menyediakan mikroorganisme serta serat. Namun, kombinasi makanan tersebut tidak otomatis memenuhi kriteria sinbiotik yang telah diuji secara klinis.

Sebuah uji coba terhadap 350 orang dewasa dengan keluhan kembung atau gangguan pencernaan melaporkan bahwa suplementasi sinbiotik selama enam minggu memberikan perbaikan pada sejumlah gejala, termasuk penumpukan gas dan ketidaknyamanan perut, dibandingkan dengan plasebo.

Meski demikian, hasil penelitian terhadap formulasi tertentu tidak dapat digeneralisasi ke seluruh produk sinbiotik. Komposisi dan bukti ilmiah setiap produk tetap perlu diperhatikan.

4. Postbiotik, Apakah Mikroorganisme Harus Tetap Hidup?

Postbiotik merupakan komponen yang berkaitan dengan mikroorganisme yang telah dinonaktifkan dan dapat memberikan manfaat kesehatan. Istilah ini juga mencakup komponen sel mikroba serta, dalam definisi ilmiah tertentu, bagian dari bahan yang dihasilkan selama aktivitas mikroorganisme.

Konsep tersebut menarik perhatian peneliti karena manfaat bagi tubuh tidak selalu bergantung pada keberadaan mikroorganisme hidup. Namun, efeknya bergantung pada jenis bahan, proses pengolahan, dosis, dan kondisi kesehatan yang diteliti.

Dalam uji klinis pada 2024 yang melibatkan 200 orang dewasa dengan IBS yang dominan menyebabkan diare, peneliti membandingkan galur hidup Bifidobacterium longum dengan galur yang sama setelah diproses menggunakan panas.

Setelah 12 minggu, kedua kelompok dilaporkan mengalami perbaikan tingkat keparahan gejala dibandingkan dengan kelompok plasebo. Temuan ini menunjukkan potensi manfaat mikroorganisme yang telah dinonaktifkan, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua produk postbiotik memberikan hasil serupa.

Godman Roll menilai bahwa bukti penelitian mengenai postbiotik masih terbatas, meskipun bidang ini terus menarik perhatian para peneliti.

Sumber: