Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Merusak Kesehatan Usus
ilustrasi gut health.-dok. istimewa-
Inilah alasan mengapa kesehatan mental dan pencernaan saling berkaitan.
5. Kurang Tidur atau Pola Tidur Berantakan
Tidur yang tidak cukup mengganggu ritme alami tubuh, termasuk sistem pencernaan. Kurang tidur dapat memengaruhi:
- Keseimbangan bakteri usus
- Proses regenerasi sel usus
- Hormon yang mengatur rasa lapar
Usus juga “butuh istirahat”, bukan hanya tubuh.
6. Jarang Bergerak atau Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari membuat pergerakan usus melambat. Akibatnya:
- Risiko sembelit meningkat
- Pencernaan terasa berat
- Metabolisme menurun
Aktivitas ringan seperti jalan kaki setelah makan sudah cukup membantu kerja usus.
7. Penggunaan Antibiotik Tanpa Kontrol
Antibiotik memang penting dalam kondisi tertentu, tetapi penggunaannya dapat membunuh bakteri baik di usus jika tidak diimbangi dengan pemulihan yang tepat. Dampaknya:
- Ketidakseimbangan mikrobiota
- Diare pasca-antibiotik
- Usus menjadi lebih sensitif
Masalah usus sering kali bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Dengan mengenali penyebabnya, kita bisa mulai melakukan perubahan sederhana namun konsisten untuk memperbaiki kesehatan pencernaan.
Langkah kecil seperti memperbaiki pola makan, mengelola stres, dan cukup tidur bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan usus dalam jangka panjang.
Sumber: