Cakupan JKN Papua Tembus 98 Persen, Akses Layanan Kesehatan Makin Merata
Program JKN Papua Barat Daya Hampir 100 Persen---Dok. BPJS Kesehatan
PAPUABARAT, DISWAY.ID - Program BPJS Kesehatan terus mencatatkan perkembangan signifikan di wilayah Papua.
Hingga 1 April 2026, tingkat kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) di Papua Raya telah melampaui 98 persen dari total jumlah penduduk.
Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan, Sawal Sani Tarigan, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, wilayah kerja Deputi Direksi XII yang mencakup enam provinsi di Papua Raya kini hampir seluruhnya telah terjangkau program JKN-KIS.
Capaian tersebut dinilai sebagai langkah besar menuju pemerataan akses layanan kesehatan nasional.
Secara khusus, Provinsi Papua Barat Daya juga mencatat angka yang sangat tinggi. Jumlah peserta JKN-KIS di wilayah ini telah mencapai 691.570 jiwa atau lebih dari 98 persen dari total populasi.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah memiliki perlindungan jaminan kesehatan.
Capaian tersebut dinilai sejalan dengan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, sekaligus mendukung visi Indonesia menuju 2045 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sawal menjelaskan bahwa semangat dari Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah mewujudkan Universal Health Coverage (UHC), di mana seluruh masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan tanpa terkecuali.
Hal ini juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan sektor kesehatan sebagai prioritas utama.
Dari sisi komposisi peserta di Papua Barat Daya, segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) masih mendominasi dengan porsi sebesar 56,20 persen.
Sementara itu, segmen PBPU yang didukung pemerintah daerah mencapai 18,32 persen. Sisanya berasal dari pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, badan usaha, serta peserta mandiri.
Lebih lanjut, Sawal menegaskan bahwa keberhasilan program JKN tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga kualitas layanan yang diterima masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, cepat, dan merata, termasuk bagi masyarakat di wilayah terpencil Papua.
Sumber: