Terlalu Sering Konsumsi Makanan dan Minuman Manis, Ini 7 Dampak yang Perlu Diwaspadai

Terlalu Sering Konsumsi Makanan dan Minuman Manis, Ini 7 Dampak yang Perlu Diwaspadai

7 Dampak Konsumsi Gula Berlebihan, dari Obesitas hingga Kerusakan Gigi-KamranAydinov-magnific

PAPUABARAT, DISWAY.ID - Makanan dan minuman manis seperti cokelat, es krim, hingga minuman kemasan memang banyak disukai. Rasa manis juga kerap memberikan sensasi menyenangkan setelah dikonsumsi.

Namun, di balik rasa tersebut, konsumsi gula secara berlebihan perlu mendapat perhatian. Asupan gula yang terlalu tinggi dalam pola makan sehari-hari dapat berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang.

Karena itu, jumlah gula yang dikonsumsi setiap hari perlu diperhatikan. Jangan hanya melihat ukuran makanan atau minumannya, tetapi juga periksa kandungan gula dan kalori yang tercantum pada kemasan.

Berikut sejumlah dampak yang perlu diketahui ketika seseorang terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis.

1. Meningkatkan Risiko Obesitas

Salah satu dampak yang perlu diperhatikan dari konsumsi makanan dan minuman tinggi gula adalah meningkatnya risiko berat badan berlebih atau obesitas.

Gula dapat menyumbang asupan kalori. Ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada yang digunakan, kelebihan energi tersebut dapat disimpan sebagai cadangan lemak.

Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, berat badan dapat meningkat dan pada akhirnya meningkatkan risiko obesitas.

Selain itu, pola makan tinggi gula juga dapat berkaitan dengan pengaturan rasa lapar dan kenyang. Gangguan pada mekanisme tersebut berpotensi membuat seseorang lebih mudah kembali merasa lapar dan mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak.

2. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Pola makan yang tidak sehat, termasuk terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis, juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 tidak hanya berkaitan dengan usia. Kondisi tersebut juga memiliki hubungan dengan berat badan berlebih, obesitas, pola makan, aktivitas fisik, serta berbagai faktor lainnya.

Orang dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2. Demikian pula dengan pola konsumsi makanan dan minuman tinggi kalori yang berlangsung dalam jangka panjang.

Namun, konsumsi makanan manis bukan berarti secara otomatis menyebabkan seseorang terkena diabetes tipe 2. Risiko penyakit tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko adalah mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, menerapkan pola makan sehat, serta menjaga berat badan tetap ideal.

3. Menyebabkan Perut Kembung

Keluhan perut kembung juga dapat muncul setelah mengonsumsi jenis makanan atau minuman tertentu.

Sumber:

Berita Terkait