Produk Aktif untuk Kulit Bermasalah: Pilih dan Pakai yang Aman
contoh active ingredients.-dok. istimewa-
PAPUABARAT.DISWAY.ID - Produk aktif bisa sangat membantu mengatasi masalah kulit—jerawat, noda hitam, tekstur kasar, hingga kulit kusam. Tapi bagi pemula, salah pilih atau salah pakai sering berujung iritasi, kemerahan, bahkan breakout. Supaya kamu bisa mulai dengan aman dan tetap mendapat manfaat, berikut panduan praktis memilih dan memakai Produk aktif yang tepat.
1. Mulai dari masalah kulit yang paling ingin diatasi
Tentukan tujuan utama dulu. Misalnya:
- Jerawat atau komedo
- Bekas jerawat dan warna kulit tidak merata
- Kulit kusam, tekstur kasar
- Minyak berlebih, pori tampak besar
Setelah tahu masalah utama, pilih satu jenis bahan aktif yang memang cocok untuk masalah itu—jangan langsung pakai banyak jenis sekaligus.
2. Pilih bahan aktif yang sudah terbukti, dengan kekuatan rendah dulu
Beberapa bahan aktif non‑resep yang umum direkomendasikan untuk acne atau kulit berminyak memang punya pedoman penggunaan yang jelas.
Benzoyl peroxide untuk membunuh bakteri penyebab jerawat, mengurangi minyak, serta membantu mengelupas sel kulit mati. Tersedia dalam 2,5%–10% tanpa resep. Tips: mulai dari kekuatan rendah untuk meminimalkan efek samping.
Adapalene retinoid ringan untuk membuka pori dan mencegah jerawat baru. Tersedia tanpa resep dengan kekuatan 0,1%. Disarankan mulai perlahan, karena bisa menyebabkan iritasi pada awal pemakaian.
Salicylic acid untuk membantu membuka pori dan mencegah jerawat. Tersedia 0,5%–2% dalam bentuk leave‑on atau wash‑off. Efek samping umumnya ringan, seperti iritasi kecil atau rasa perih.
Azelaic acid untuk mencegah pori tersumbat dan memiliki sifat antibakteri ringan, juga membantu memperbaiki noda bekas jerawat. Tersedia dalam kekuatan non‑resep sekitar 10%.
Intinya: pilih satu bahan dulu, dengan konsentrasi rendah, lalu tambah jika kulit sudah terbiasa.
3. Cek bentuk produk dan pertimbangkan tingkat iritasi
Produk aktif bisa berbentuk gel, krim, lotion, atau cleanser. Secara umum:
- Krim atau lotion cenderung lebih lembut dan kurang membuat kulit kering dibanding gel atau ointment.
- Gel bisa lebih efektif menyerap, tapi berisiko menyebabkan kering atau sensasi menyengat, terutama di kulit sensitif.
Jika kulitmu sensitif atau baru pertama kali, mulai dari bentuk yang lebih lembut dan formula non‑comedogenic, lalu lihat reaksinya selama beberapa hari.
Sumber: