Tren Childfree Gen Z Jadi Sinyal Bahaya Indonesia Emas 2045?

Tren Childfree Gen Z Jadi Sinyal Bahaya Indonesia Emas 2045?

ilustrasi childfree.-dok. istimewa-

papuabarat.disway.id - Fenomena generasi Z dan milenial yang menunda memiliki anak atau memilih childfree terjadi seiring tren penurunan angka kelahiran di Indonesia. Kondisi ini dinilai berpotensi memberi dampak jangka panjang terhadap struktur ekonomi, ketenagakerjaan, hingga agenda Indonesia Emas 2045.

Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, menilai penurunan total fertility rate (TFR) Indonesia yang mendekati level pengganti menjadi peringatan dini. Menurutnya, risiko terbesar bukan pada berkurangnya jumlah penduduk, melainkan penuaan struktur penduduk sebelum produktivitas ekonomi benar-benar kuat.

Rizal menjelaskan, melambatnya pasokan tenaga kerja usia muda dapat memicu tekanan upah, ketidaksesuaian keterampilan, serta meningkatkan risiko Indonesia terjebak dalam middle income trap jika transformasi industri bernilai tambah tidak segera dilakukan. Dalam jangka panjang, pola konsumsi masyarakat juga akan bergeser dan sektor yang bergantung pada kelahiran berpotensi tertekan.

Namun, pandangan berbeda disampaikan pengusaha. Ketua Apindo, Haryadi Sukamdani, menilai tren childfree belum berdampak signifikan terhadap dunia usaha. Menurutnya, angka kelahiran nasional masih relatif tinggi dan fenomena childfree lebih banyak terjadi pada kelompok terdidik di perkotaan.

Sementara itu, sosiolog Musni Umar mengingatkan bahwa Indonesia bisa mengikuti jejak negara maju seperti Jepang jika tren menunda menikah dan memiliki anak terus berlanjut. Faktor sulitnya lapangan kerja, mahalnya biaya hidup, serta pengaruh budaya global disebut turut mendorong perubahan sikap generasi muda terhadap pernikahan dan anak.

Baca versi lengkapnya diliputan khusus Bisik Disway - Tren Childfree Meningkat, Isyarat Awal Tantangan Ekonomi

Sumber: