Thrifting Lesu di Ramadhan 2026: Pedagang Pasar Senen Jual Baju Rp5 Ribu Demi Bertahan

Thrifting Lesu di Ramadhan 2026: Pedagang Pasar Senen Jual Baju Rp5 Ribu Demi Bertahan

ilustrasi thrifting.-dok. canva-

papuabarat.disway.id - Suasana jelang Lebaran biasanya identik dengan pasar yang ramai pembeli. Namun kondisi berbeda justru terlihat di kawasan Pasar Senen tahun ini.

Sejumlah pedagang pakaian bekas atau thrifting mengaku omzet mereka merosot tajam sejak awal Ramadhan 2026. Lapak yang biasanya dipadati pembeli kini sering terlihat lengang.

Beberapa pengunjung memang datang, tetapi hanya melihat-lihat pakaian yang tergantung di hanger sebelum akhirnya pergi tanpa membeli.

Situasi ini membuat banyak pedagang harus memutar otak agar barang dagangan mereka tetap terjual.

Obral Rp5 Ribu Demi Kurangi Limbah

Ucok, salah satu pedagang thrifting di kawasan Jalan Gunung Sahari dekat Pasar Senen Blok III, memilih cara sederhana: obral murah.

Ia bahkan pernah menjual celana jeans dengan harga hanya Rp5 ribu per potong. Sekitar 1.400 celana pernah ia lepas dengan harga tersebut sebelum Ramadhan.

Bagi Ucok, langkah itu lebih baik daripada harus membuang pakaian yang tidak laku.

Menurutnya, para pedagang thrifting hampir tidak pernah membuang barang dagangan mereka. Selain merugikan secara ekonomi, hal itu juga bisa menambah limbah pakaian.

“Yang penting barangnya keluar. Daripada disimpan lama atau jadi sampah,” katanya.

Ucok mengaku tak lagi terlalu memikirkan untung besar. Yang terpenting baginya adalah dapur tetap mengepul dan modal bisa kembali berputar.

Harga Balpres Makin Mahal

Kesulitan pedagang tidak berhenti pada sepinya pembeli.

Harga satu karung balpres—paket pakaian bekas impor yang dijual dalam bentuk karung—juga terus meningkat. Kini harganya bisa mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per karung.

Sumber: