Sulastiana Paparkan Progres SPPG Papua Barat di Hadapan Presiden Prabowo Subianto

Senin 16-02-2026,13:31 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

Rinciannya meliputi 16 anak TK, 90 siswa SD, lima ibu hamil, enam ibu menyusui, dan 15 balita.

Seluruh penerima manfaat tersebut merupakan masyarakat asli Papua yang tinggal di wilayah terpencil.

Keberadaan SPPG Papua Barat diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan ibu hamil di daerah 3T.

Rantai Pasok Pangan SPPG Papua Barat

Untuk mendukung operasional SPPG Papua Barat, pihak kepolisian mengatur rantai pasok bahan pangan dengan mengutamakan sumber lokal.

Bahan pangan lokal yang dimanfaatkan antara lain sayur-mayur, ikan, daging rusa, dan buah-buahan hasil produksi masyarakat sekitar.

Sementara itu, kebutuhan tambahan seperti beras, ayam, telur, dan susu dipasok dari luar daerah, termasuk dari Surabaya.

Strategi rantai pasok ini dilakukan agar operasional SPPG Papua Barat tetap berjalan meskipun berada di wilayah terpencil.

Harapan Operasional Optimal SPPG Papua Barat

Sulastiana berharap seluruh unit SPPG Papua Barat dapat segera beroperasi optimal dan memberikan pelayanan gizi terbaik bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa program SPPG 3T merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pemerataan akses pemenuhan gizi di wilayah terpencil.

Dalam agenda tersebut, anak-anak calon penerima manfaat turut hadir dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden atas perhatian terhadap pemenuhan gizi masyarakat Papua Barat.

Program SPPG Papua Barat diharapkan menjadi model pelayanan gizi berkelanjutan bagi daerah 3T di Indonesia.

Kategori :