papuabarat.disway.id - Banyak orang salah kaprah dan menganggap lifestyle minimalis berarti harus tinggal di ruangan putih kosong dengan hanya satu kursi. Padahal, minimalisme yang sesungguhnya adalah tentang kesengajaan (intentionality).
Minimalisme adalah alat untuk menyingkirkan distraksi yang menghalangi Anda melakukan hal-hal yang Anda cintai. Berikut adalah cara menerapkan gaya hidup minimalis dalam keseharian Anda:
1. Minimalis Secara Fisik (Decluttering)
Mulailah dari lingkungan sekitar. Barang-barang yang menumpuk dan tidak pernah dipakai sebenarnya menciptakan "kebisingan visual" yang membuat otak sulit fokus.
Langkah Nyata: Pilih satu area (misalnya meja kerja atau lemari baju). Simpan hanya barang yang sering Anda gunakan atau yang benar-benar memberikan kegembiraan (spark joy).
Manfaat: Ruangan yang rapi akan membuat pikiran Anda jauh lebih jernih untuk mulai membaca atau bekerja.
2. Minimalis Secara Digital
Ponsel kita seringkali menjadi gudang sampah informasi. Ratusan aplikasi yang jarang dibuka dan ribuan foto yang memenuhi memori adalah beban digital.
Langkah Nyata: Hapus aplikasi yang tidak berguna, matikan notifikasi yang mengganggu, dan unfollow akun media sosial yang membuat Anda merasa "kurang" atau stres.
Manfaat: Mengurangi keinginan untuk scrolling tanpa henti dan memberi ruang untuk quality time yang lebih dalam.
3. Minimalis Secara Mental (Mengatur Prioritas)
Gaya hidup minimalis juga berlaku pada jadwal harian Anda. Berhenti mencoba melakukan segalanya dalam satu waktu.
Langkah Nyata: Belajarlah untuk berkata "tidak" pada komitmen sosial atau pekerjaan tambahan yang tidak selaras dengan nilai hidup Anda.
Manfaat: Anda akan memiliki energi lebih untuk menjaga work-life balance dan tidak lagi merasa kelelahan di akhir hari.
4. Konsumsi yang Sadar (Mindful Consumption)