PAPUABARAT, DISWAY.ID - Gelombang panas yang terjadi pada akhir Mei mencatat sejumlah rekor baru di Inggris.
Selain menjadi libur bank terpanas yang pernah tercatat, periode tersebut juga menandai Hari May Day terpanas serta pertama kalinya suhu menyentuh 30 derajat Celsius pada tahun 2026.
Bagi sebagian orang, cuaca cerah menjadi pertanda datangnya musim panas yang menyenangkan. Namun di balik kondisi tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan adanya risiko yang sering kali luput dari perhatian, terutama bagi mereka yang rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Suhu tinggi tidak hanya meningkatkan risiko dehidrasi, tetapi juga dapat memengaruhi cara tubuh menyerap dan memproses beberapa jenis obat. Dalam kondisi tertentu, efek samping obat bahkan bisa menjadi lebih berat ketika seseorang terpapar cuaca panas dalam waktu lama.
Karena itu, Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim panas, khususnya bagi penderita penyakit kronis yang menjalani terapi rutin.
Metotreksat Bisa Meningkatkan Sensitivitas Kulit terhadap Matahari
Salah satu obat yang mendapat perhatian khusus adalah metotreksat. Obat ini banyak digunakan untuk menangani berbagai penyakit, mulai dari rheumatoid arthritis, psoriasis, penyakit Crohn, hingga beberapa jenis kanker.
Meski efektif dalam pengobatan, metotreksat diketahui dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Efek tersebut bahkan dapat terjadi pada penggunaan dosis rendah.
Akibatnya, pengguna obat ini berisiko mengalami reaksi kulit seperti ruam, kemerahan, lepuhan, pembengkakan, hingga kondisi yang menyerupai luka bakar akibat sinar matahari.
Para ahli mengingatkan bahwa paparan matahari dalam aktivitas sehari-hari, termasuk berjalan kaki di siang hari atau bepergian menggunakan transportasi umum saat cuaca terik, dapat memicu reaksi tersebut pada sebagian orang.
Selain metotreksat, beberapa kelompok obat lain juga diketahui dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet. Di antaranya adalah:
Antibiotik tertentu Obat diuretik Beberapa jenis antidepresan Obat perawatan kulit untuk jerawat Terapi eksim tertentu
Karena itu, pengguna obat-obatan tersebut disarankan menggunakan pelindung kulit, pakaian tertutup, serta tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
Diuretik Tingkatkan Risiko Dehidrasi Saat Gelombang Panas
Kelompok obat lain yang perlu mendapat perhatian adalah diuretik atau yang sering dikenal sebagai "tablet air".
Obat seperti furosemide biasanya diresepkan untuk pasien dengan gangguan jantung, tekanan darah tinggi, atau kondisi yang menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh.
Cara kerja diuretik adalah membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine. Namun saat cuaca sangat panas, mekanisme ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi karena tubuh kehilangan cairan lebih cepat.