Penelitian Terbaru: Flavonoid dalam Buah dan Sayur Berpotensi Cegah Kanker Payudara

Jumat 17-07-2026,06:00 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

Menariknya, sekitar 93,7 persen total asupan flavonoid peserta berasal dari kombinasi makanan tersebut.

Untuk memastikan hasil penelitian tidak dipengaruhi oleh konsumsi anggur merah, para peneliti juga melakukan analisis tambahan dengan mengeluarkan komponen tersebut dari skor FDS. Hasilnya tetap menunjukkan hubungan yang serupa.

Risiko Kanker Payudara Turun hingga 15 Persen

Hasil penelitian menunjukkan perempuan yang berada pada kelompok dengan skor FDS tertinggi memiliki risiko kanker payudara sekitar 15 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang berada pada kelompok dengan skor terendah.

Selain itu, konsumsi flavanon dan proantosianidin yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara, meski tidak semua subkelompok flavonoid menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik setelah dilakukan penyesuaian terhadap berbagai faktor lain.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa pola makan secara keseluruhan lebih berperan dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis senyawa flavonoid tertentu.

Apel dan Jeruk Menjadi Sorotan

Di antara berbagai makanan yang dianalisis, apel dan jeruk menjadi dua jenis buah yang paling konsisten dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara.

Keduanya diketahui mengandung flavonoid dalam jumlah tinggi serta berbagai vitamin dan antioksidan yang berperan menjaga kesehatan sel tubuh.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa manfaat tersebut merupakan bagian dari pola makan sehat secara menyeluruh, bukan berasal dari satu jenis makanan saja.

Faktor Genetik Tetap Berpengaruh

Penelitian ini juga mengkaji hubungan antara pola makan dan risiko genetik.

Hasilnya menunjukkan peserta dengan risiko genetik tinggi sekaligus memiliki skor diet flavonoid rendah merupakan kelompok dengan risiko kanker payudara paling besar.

Sebaliknya, perempuan yang memiliki risiko genetik tinggi tetapi mengonsumsi makanan kaya flavonoid dalam jumlah lebih banyak tetap menunjukkan risiko yang lebih rendah dibanding kelompok dengan pola makan buruk.

Meskipun demikian, analisis statistik tidak menemukan adanya interaksi yang signifikan antara skor diet flavonoid dan faktor genetik. Artinya, pola makan sehat tetap memberikan manfaat tanpa dipengaruhi secara langsung oleh tingkat risiko genetik seseorang.

Manfaat Lebih Terlihat pada Kelompok Tertentu

Analisis lanjutan menunjukkan hubungan protektif diet kaya flavonoid lebih menonjol pada beberapa kelompok, antara lain:

Perempuan berusia lebih muda. Individu yang tidak pernah merokok. Peserta dengan BMI 25 kg/m² atau lebih. Mereka yang memiliki konsumsi alkohol lebih tinggi.

Kelompok-kelompok tersebut menunjukkan kecenderungan mengalami risiko kanker payudara yang lebih rendah ketika mengonsumsi makanan kaya flavonoid secara rutin.

Perlu Penelitian Lanjutan

Meski hasil penelitian memberikan harapan baru dalam upaya pencegahan kanker payudara, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Kategori :