Persoalan lain muncul terkait klaim Robins mengenai sebuah foto anak-anaknya yang disebut telah dihapus bertahun-tahun lalu.
Meta membantah bahwa AI mereka mengakses foto yang telah lama dihapus. Kepada CNET, perusahaan menjelaskan bahwa foto anak-anak Robins sebenarnya dihapus tidak lama sebelum video tersebut dibuat.
Menurut Meta, sebuah bug sementara menyebabkan foto tersebut masih dapat terlihat meskipun telah dihapus.
Bagi Robins, persoalan tersebut tidak berhenti pada keberadaan satu foto. Ia menilai perhatian yang lebih besar seharusnya diberikan pada kemampuan AI dalam menghubungkan informasi dari berbagai sumber.
"Masalahnya bukan sekadar satu foto—melainkan AI yang mengumpulkan informasi tentang anak-anak saya dari berbagai sumber," kata Robins kepada CNET.
Robins juga mengatakan bahwa hingga pernyataannya disampaikan, pihak Meta belum menghubunginya secara langsung maupun menyampaikan permintaan maaf terkait persoalan tersebut.
Meta AI sendiri menjadi salah satu layanan kecerdasan buatan yang dikembangkan Meta untuk digunakan dalam ekosistem produknya. Kasus yang dialami Robins kembali menyoroti persoalan privasi, terutama ketika teknologi AI dapat menghubungkan informasi yang tersebar di berbagai unggahan digital.