Critical Thinking vs Overthinking: Cara Berpikir Cerdas Tanpa Stres

Jumat 26-12-2025,20:51 WIB
Reporter : Cut Rizka A
Editor : Cut Rizka A

PAPUABARAT.DISWAY.ID - Di era serba cepat dan penuh informasi seperti sekarang, kemampuan berpikir menjadi keterampilan penting. Namun, tidak sedikit orang yang justru terjebak dalam overthinking saat mencoba berpikir mendalam. Padahal, critical thinking dan overthinking adalah dua hal yang sangat berbeda. Memahami perbedaannya dapat membantu kita mengambil keputusan dengan lebih tenang, rasional, dan sehat secara mental.

Apa Itu Critical Thinking?

Critical thinking atau berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi secara logis, objektif, dan terstruktur sebelum mengambil kesimpulan. Orang yang berpikir kritis mampu:

  • Mengumpulkan fakta yang relevan
  • Mempertimbangkan berbagai sudut pandang
  • Menyaring informasi yang valid dan tidak
  • Mengambil keputusan berdasarkan alasan yang jelas

Berpikir kritis membantu seseorang menjadi lebih bijak, tidak mudah terpengaruh emosi, serta mampu menyelesaikan masalah dengan efektif.

Apa Itu Overthinking?

Sebaliknya, overthinking adalah kondisi ketika pikiran terus berputar pada satu masalah secara berlebihan tanpa solusi yang jelas. Ciri-ciri overthinking antara lain:

  • Terlalu banyak menganalisis hal kecil
  • Membayangkan skenario terburuk terus-menerus
  • Sulit mengambil keputusan
  • Pikiran terasa lelah dan cemas

Alih-alih menghasilkan solusi, overthinking justru menguras energi mental dan sering berdampak buruk pada kesehatan emosional.

Perbedaan Utama Critical Thinking dan Overthinking

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan dan hasilnya. Critical thinking bertujuan mencari solusi dan pemahaman, sementara overthinking cenderung berputar tanpa arah. Berpikir kritis menghasilkan keputusan yang jelas, sedangkan overthinking sering berakhir dengan kebingungan dan kecemasan.

Dampak pada Kesehatan Mental

Critical thinking berkontribusi pada ketenangan batin karena membantu kita merasa lebih yakin dengan pilihan yang diambil. Sebaliknya, overthinking sering dikaitkan dengan stres, kecemasan, gangguan tidur, hingga burnout jika dibiarkan terus-menerus.

Cara Mengubah Overthinking Menjadi Critical Thinking

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Fokus pada fakta, bukan asumsi
  • Batasi waktu berpikir untuk satu masalah
  • Tuliskan pro dan kontra secara objektif
  • Sadari hal yang bisa dan tidak bisa dikontrol
  • Latih mindfulness agar lebih hadir di saat ini

Dengan latihan yang konsisten, pola pikir dapat bergeser dari overthinking ke critical thinking yang lebih sehat.

Berpikir itu penting, tetapi cara berpikir jauh lebih penting. Critical thinking membantu kita berkembang, sementara overthinking justru bisa menghambat langkah. Mengenali perbedaannya adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Kategori :