Karena itu, rasa sakit akibat ditinggalkan atau dikucilkan berkembang sebagai alarm biologis. Sinyal bahwa kita perlu kembali terhubung dengan orang-orang di sekitar kita.
Dengan kata lain, patah hati adalah pengingat bahwa kita diciptakan untuk saling terhubung.
Ketika Cinta Terasa Menyakitkan, Tapi Tetap Bermakna
Putus cinta bisa membuat seseorang pesimis terhadap hidup, hubungan, bahkan masa depan. Namun, di balik rasa sakit itu, cinta tetap menyimpan peran besar dalam kehidupan manusia.
Cinta telah mendorong manusia melakukan hal-hal luar biasa: mengorbankan kenyamanan, melindungi orang lain, bahkan mempertaruhkan nyawa. Cinta membuat kita bertahan, berkembang, dan menemukan makna.
Meski jawabannya tak pernah benar-benar pasti, satu hal jelas: cinta—dalam segala bentuknya—telah menyelamatkan manusia berkali-kali dalam sejarah.
Dan mungkin, itu cukup menjadi alasan untuk tetap menyimpan sejumput cinta di hati, bahkan setelah patah.