PAPUABARAT, DISWAY.ID - Mazda kembali menjadi sorotan industri otomotif global setelah resmi memperkenalkan Mazda CX-6e, sebuah SUV listrik terbaru Mazda yang digadang-gadang siap menantang dominasi Tesla di pasar mobil listrik global.
Langkah ini menandai perubahan besar strategi Mazda dalam pengembangan kendaraan listrik (EV).
Berbeda dari pendekatan konservatif sebelumnya, Mazda menggandeng Changan Automobile, salah satu raksasa otomotif China, untuk mempercepat pengembangan mobil listrik Mazda. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan Mazda untuk masuk ke persaingan sengit SUV listrik dunia.
Kolaborasi Mazda–Changan Jadi Kunci Percepatan EV
Dalam beberapa tahun terakhir, Mazda sebenarnya telah merambah elektrifikasi melalui Mazda MX-30 EV. Namun, model tersebut dinilai masih sebatas eksperimen awal karena jarak tempuh terbatas, performa standar, serta produksi yang belum masif.
Di sisi lain, Tesla dan produsen mobil listrik China seperti BYD terus melaju cepat berkat penguasaan teknologi baterai, efisiensi biaya produksi, dan skala manufaktur besar. Kondisi inilah yang mendorong Mazda memilih strategi kolaborasi dengan China ketimbang mengembangkan EV sepenuhnya dari nol.
Changan Automobile dipilih karena memiliki pengalaman panjang dalam kendaraan listrik modern, jaringan produksi luas, serta platform EV yang sudah teruji di pasar domestik China.
Mazda CX-6e Dibangun di Atas Platform EV Modern
Mazda CX-6e dikembangkan menggunakan platform kendaraan listrik milik Changan, yang telah mendukung teknologi baterai generasi terbaru, software terintegrasi, dan efisiensi energi tinggi. Dengan pondasi ini, Mazda dapat fokus menyempurnakan desain, karakter berkendara, dan kualitas premium khas Jepang.
Menariknya, Mazda CX-6e tidak diluncurkan di China, melainkan diperkenalkan ke publik Eropa melalui Brussels Motor Show. Langkah ini dinilai strategis karena Eropa merupakan pasar EV paling agresif, dengan regulasi emisi ketat dan konsumen yang mulai mencari alternatif selain Tesla.
Desain Mazda CX-6e Siap Hadang Tesla Model Y
Dari sisi segmen, Mazda CX-6e diposisikan sebagai rival langsung Tesla Model Y, salah satu SUV listrik terlaris di dunia. Desain eksterior CX-6e menampilkan gril tertutup khas mobil listrik, logo Mazda menyala, serta garis bodi aerodinamis dengan filosofi KODO Design.
Lampu depan tipis bergaya futuristik, pilar D yang landai demi efisiensi udara, serta velg besar modern mempertegas identitas SUV listrik premium Mazda. Secara visual, CX-6e disebut sebagai perpaduan estetika Jepang dan teknologi China.
Interior Futuristik dengan Sentuhan Human-Centric
Masuk ke kabin, Mazda CX-6e membawa perubahan signifikan. Dashboard didominasi layar digital besar, sistem infotainment modern, serta head-up display yang memproyeksikan informasi ke kaca depan.
Meski sarat teknologi, Mazda tetap mempertahankan pendekatan human-centric, dengan tata letak ergonomis, fokus pada pengemudi, serta material kabin berkualitas tinggi. Hal ini menegaskan posisi CX-6e sebagai SUV listrik premium, bukan EV murah.
Performa dan Jarak Tempuh Jadi Andalan
Meski spesifikasi resmi belum diumumkan sepenuhnya, Mazda CX-6e dipastikan menggunakan motor listrik dan baterai terbaru dari Changan. Sejumlah laporan menyebutkan jarak tempuh kompetitif, sistem manajemen baterai canggih, serta dukungan fast charging.
Mazda juga menegaskan bahwa rasa berkendara tetap menjadi prioritas utama. Artinya, CX-6e tidak hanya menawarkan akselerasi senyap, tetapi juga kontrol, stabilitas, dan handling khas Mazda yang selama ini menjadi keunggulan mereka.
Alasan Tesla Perlu Waspada
Selama ini Tesla unggul dalam tiga aspek utama, yakni branding EV, teknologi, dan skala produksi. Namun kehadiran Mazda CX-6e membawa tantangan baru.