Maag dan GERD Ternyata Berbeda, Ini Penjelasan Dokter yang Jarang Diketahui
GERD vs Maag: Gejala, Penyebab, dan Obat yang Tepat-Lifestylememory-Freepik
Selain PPI, terdapat juga antagonis reseptor H2, seperti ranitidin, famotidin, dan simetidin, yang bekerja menurunkan produksi asam lambung.
Di pasaran juga dikenal sukralfat, obat berbentuk cair yang berfungsi melapisi dinding lambung, bukan menekan asam lambung.
Perkembangan terbaru menghadirkan obat PCAB (Potassium Competitive Acid Blocker) sebagai generasi baru penekan asam lambung.
Obat PCAB seperti vonoprazan dan tegoprazan bekerja langsung pada sel parietal lambung untuk menghambat produksi asam secara efektif.
BACA JUGA:Jantung Berdebar dan Pusing Terus? Waspadai Gejala Kecemasan Tersembunyi
Keunggulan obat PCAB terletak pada kerja yang lebih cepat dan durasi penekanan asam lambung yang lebih lama, hingga 24 jam.
Selain itu, obat penekan asam generasi terbaru tidak tergantung waktu makan, sehingga bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Dengan efektivitas tersebut, PCAB dinilai sangat membantu dalam penanganan GERD yang berat atau sulit terkontrol.
Karena itu, pemilihan obat maag dan GERD sebaiknya disesuaikan dengan diagnosis dan tingkat keparahan penyakit.
Jika keluhan asam lambung dan GERD sering kambuh atau semakin berat, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.
Sumber: