Gigi Rusak Bukan Cuma Karena Gula, Ini Penyebab Lainnya

Gigi Rusak Bukan Cuma Karena Gula, Ini Penyebab Lainnya

Oil Pulling dan Arang, Rahasia Perawatan Gigi Alami-wayhomestudio-Freepik

PAPUABARAT, DISWAY.ID - Masalah gigi dan kesehatan mulut sering kali muncul bersamaan dengan kondisi tubuh yang terlalu asam, sehingga keseimbangan tubuh menjadi terganggu.

Salah satu penyebab tubuh bersifat asam adalah pola makan sehari-hari yang tinggi makanan pemicu asam, seperti gula pasir, nasi putih, tepung, minyak goreng, dan makanan olahan.

Ketika kadar asam tubuh terlalu tinggi, keseimbangan metabolisme terganggu dan dapat berdampak pada sistem imun atau daya tahan tubuh yang menurun.

Kondisi imunitas tubuh yang melemah inilah yang kemudian membuat berbagai masalah muncul, termasuk gangguan pada gigi dan mulut.

Untuk membantu memperbaiki kesehatan mulut dan keseimbangan tubuh, salah satu metode alami yang dikenal adalah oil pulling atau berkumur dengan minyak.

BACA JUGA:Maag dan GERD Ternyata Berbeda, Ini Penjelasan Dokter yang Jarang Diketahui

Metode oil pulling untuk kesehatan gigi umumnya menggunakan minyak kelapa atau Virgin Coconut Oil (VCO) yang dikenal memiliki sifat antibakteri alami.

Cara melakukan oil pulling dengan minyak kelapa cukup sederhana, yaitu dengan berkumur menggunakan satu sendok minyak selama beberapa menit untuk membantu membersihkan rongga mulut.

Selain untuk berkumur, minyak kelapa juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan pasta gigi alami.

Pasta gigi alami dapat dibuat dengan mencampurkan tanah liat bentonit (bentonite clay) dengan minyak kelapa hingga membentuk tekstur pasta.

Penggunaan pasta gigi alami dari bentonit dipercaya membantu membersihkan gigi secara lembut dan menjaga kesehatan mulut tanpa bahan kimia berlebih.

Selain itu, arang aktif atau arang alami juga sejak lama digunakan sebagai bahan pembersih gigi karena sifat antibakterinya.

BACA JUGA:Jantung Berdebar dan Pusing Terus? Waspadai Gejala Kecemasan Tersembunyi

Penggunaan arang untuk kesehatan gigi telah dikenal secara turun-temurun, bahkan digunakan sebagai antiseptik alami sejak zaman dahulu.

Sumber: