Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Oversized Blazer Bikin Kamu Terlihat Lebih 'Leader Material' Saat Presentasi
ilustrasi fashion kerja wanita.-dok. canva-
papuabarat.disway.id - Era baju kerja yang serba ketat dan membosankan sudah lewat. Di tahun 2026, Power Dressing berevolusi menjadi sesuatu yang lebih nyaman namun tetap memancarkan otoritas. Salah satu must-have item dalam lemari profesional modern adalah Oversized Blazer.
Namun, mengenakan blazer dengan ukuran longgar ke pertemuan bisnis memiliki tantangan tersendiri: bagaimana agar tidak terlihat seperti sedang memakai baju pinjaman? Berikut adalah rahasia padu padannya.
1. Mainkan Proporsi: Rumus "Loose & Slim"
Kunci utama agar oversized blazer tidak membuat tubuh terlihat "tenggelam" adalah keseimbangan proporsi.
Paduan Bawahan: Jika atasan sudah bervolume, gunakan bawahan yang lebih pas di badan (slim-fit) atau tailored trousers yang jatuh tepat di mata kaki.
Inner Minimalis: Gunakan dalaman yang tipis seperti mock neck tank top atau kemeja sutra yang dimasukkan ke dalam celana untuk menonjolkan garis pinggang.
2. Struktur Bahu adalah Segalanya
Meskipun disebut "oversized", bukan berarti blazer tersebut tidak memiliki bentuk.
Pilih Padding yang Tepat: Pastikan garis bahu blazer tetap kokoh (memiliki padding tipis). Struktur bahu yang tegas memberikan kesan berwibawa dan dominan saat sedang melakukan presentasi atau negosiasi.
Bahan Berkualitas: Hindari bahan yang terlalu lemas. Pilihlah bahan wool blend atau katun tebal yang mampu mempertahankan siluet blazer meskipun ukurannya longgar.
3. Detail Lengan: Rahasia Kesan "Effortless"
Salah satu trik instan agar tidak terlihat kaku adalah dengan menyingsingkan lengan blazer hingga ke bawah siku.
Visual: Trik ini menunjukkan pergelangan tangan, yang secara psikologis memberikan kesan bahwa Anda siap bekerja (get things done) namun tetap santai.
Aksesori: Gunakan jam tangan bergaya klasik atau gelang minimalis untuk mengisi kekosongan di area tangan yang terekspos.
Sumber: