Kenapa Kita Bisa Membenci Diri Sendiri? Ini Jawaban Psikologinya

Kenapa Kita Bisa Membenci Diri Sendiri? Ini Jawaban Psikologinya

Luka di Hati yang Tak Terlihat, Tapi Paling Sulit Sembuh-jcomp-Freepik

PAPUABARAT, DISWAY.ID - Berbicara soal luka hati, sering kali satu malam saja terasa tidak cukup untuk mengurai semua rasa sakit yang pernah kita alami.

Luka batin bisa datang dari banyak arah, mulai dari penolakan, kegagalan, hingga patah hati yang meninggalkan bekas mendalam dalam diri.

Dalam kehidupan sehari-hari, luka batin kerap muncul saat kita ditolak oleh seseorang, perusahaan, atau organisasi yang kita harapkan.

Ada juga rasa sakit ketika apa yang kita inginkan justru lebih dulu diraih orang lain, hanya karena kita merasa datang terlambat.

Tak jarang, luka hati karena patah hati terlihat sederhana di permukaan, tetapi nyatanya sangat sulit disembuhkan.

Luka semacam ini sering bertahan lama dan perlahan memengaruhi cara kita memandang diri sendiri.

BACA JUGA:7 Rekomendasi HP di Harga Rp1,5–1,9 Juta Paling Worth Dibeli Februari 2026

Luka Psikologis yang Dibiarkan Bisa Memburuk

Dalam banyak kasus, luka psikologis yang tidak dirawat justru semakin dalam seiring waktu. Sama seperti luka fisik, luka di hati yang dibiarkan terbuka berisiko menjadi lebih kompleks dan sulit pulih.

Jika luka fisik bisa memburuk karena bakteri, maka luka batin kerap diperparah oleh emosi negatif. Rasa kecewa, marah, dan sedih yang dipendam terlalu lama bisa berubah menjadi kebencian terhadap diri sendiri.

Pada titik tertentu, self-hate atau kebencian terhadap diri sendiri mulai muncul. Pikiran-pikiran negatif perlahan membisikkan bahwa diri ini tidak berguna, tidak layak dicintai, dan tidak pantas mendapatkan hal baik dalam hidup.

BACA JUGA:Bocor! Ini HP Terbaru Siap Rilis di Indonesia Februari 2026, Ini Daftarnya

Saat Pikiran Negatif Menguasai Diri

Dalam fase terkelam kehidupan, pikiran negatif tentang diri sendiri bisa terasa sangat nyata. Pertanyaan seperti “kenapa hidupku begini?” atau “apa aku pantas ada di dunia ini?” muncul tanpa henti dan menguras energi emosional.

Banyak orang yang mengalami luka batin mendalam akhirnya mempertanyakan nilai dirinya sendiri. Perasaan tidak berguna membuat hubungan sosial terasa berat, bahkan untuk sekadar berteman pun muncul rasa tidak pantas.

Jika kamu merasa luka hati yang belum sembuh membuatmu membenci diri sendiri, penting untuk memahami bahwa perasaan itu bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa ada luka yang belum diproses dengan sehat.

Sumber: