OpenAI Rilis GPT-6.1 Terra, Model AI Baru untuk Tugas Komputer dan Analisis Visual
OpenAI Perkenalkan GPT-6.1 Terra, Ini Fitur dan Harga API Terbarunya---OpenAI
PAPUABARAT, DISWAY.ID - OpenAI memperkenalkan GPT-6.1 Terra, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang untuk menangani pekerjaan berbasis komputer, memahami informasi visual, dan menghasilkan tulisan yang lebih alami. Model ini menjadi bagian dari seri GPT-6.1 setelah peluncuran GPT-6.1 Sol.
Dalam pengumuman resminya, OpenAI menyebut GPT-6.1 Terra sebagai pengembangan dari GPT-5.6 Terra, terutama dalam hal komunikasi, penalaran visual, dan penggunaan aplikasi komputer. Kemampuannya ditujukan untuk membantu berbagai pekerjaan, mulai dari menyusun proposal dan membaca gambar teknis hingga mengisi formulir serta menyunting video.
OpenAI juga menyoroti efisiensi biaya sebagai salah satu keunggulan model tersebut. Harga API standar GPT-6.1 Terra disebut 50 persen lebih rendah dibandingkan GPT-5.6 Terra dan GPT-6.1 Sol. Klaim kemampuan serta efisiensi ini didasarkan pada pengujian yang dipublikasikan perusahaan.
Ketersediaan GPT-6.1 Terra dan Harga API
OpenAI menyatakan GPT-6.1 Terra tersedia bagi pengguna paket Plus, Pro, Enterprise, dan Edu melalui ChatGPT Work dan Codex. Pengembang juga dapat menggunakan model ini melalui OpenAI API dengan nama model gpt-6.1-terra.
Untuk penggunaan API standar, OpenAI menetapkan tarif berikut:
- Token input: US$1 per satu juta token.
- Token input yang di-cache: US$0,05 per satu juta token.
- Token output: US$5 per satu juta token.
Tarif tersebut membuat GPT-6.1 Terra ditujukan untuk kebutuhan otomatisasi dalam skala besar, termasuk pemrosesan dokumen dan pemindahan informasi dari faktur ke perangkat lunak akuntansi.
Besarnya biaya penggunaan tetap bergantung pada jumlah token yang diproses, pemanfaatan cache, serta karakteristik tugas yang dijalankan. Karena itu, tarif per token tidak selalu menggambarkan keseluruhan biaya suatu pekerjaan.
Kemampuan GPT-6.1 Terra dalam Pengujian AI
Salah satu pengujian yang digunakan OpenAI adalah Agents’ Last Exam, tolok ukur untuk mengukur kemampuan AI menyelesaikan pekerjaan profesional menggunakan komputer. Tugas yang diuji mencakup pembuatan model tiga dimensi berdasarkan gambar arsitektur dan pemeriksaan adegan film animasi untuk menyusun catatan restorasi dengan penanda waktu.
Pada tingkat penalaran menengah, GPT-6.1 Terra mencatat skor 15 poin persentase lebih tinggi daripada GPT-5.6 Terra, dengan biaya sekitar sepertiga dari model pendahulunya. OpenAI juga menyatakan performanya sebanding dengan GPT-6 Astra pada pengujian tersebut, meskipun harga per tokennya jauh lebih rendah.
Untuk penalaran visual, GPT-6.1 Terra diuji menggunakan MMMU-Pro. OpenAI melaporkan bahwa model ini mengungguli GPT-5.6 Terra pada seluruh tingkat penalaran yang diuji dan mendekati hasil model yang lebih canggih, termasuk GPT-6.1 Sol dan GPT-6 Astra.
Sementara itu, OSWorld 2.1 menguji kemampuan agen AI dalam menggunakan aplikasi desktop untuk menyelesaikan rangkaian tugas. Pada pengujian ini, GPT-6.1 Terra dengan tingkat penalaran menengah melampaui skor terbaik GPT-5.6 Terra dengan biaya per tugas yang lebih rendah.
Hasil tersebut menunjukkan fokus GPT-6.1 Terra bukan hanya pada kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga pada penyelesaian pekerjaan melalui perangkat lunak dan antarmuka komputer. Meski demikian, hasil benchmark merupakan ukuran pada skenario pengujian tertentu dan tidak menjamin performa identik pada semua pekerjaan nyata.
OpenAI Klaim Kesalahan Faktual Berkurang
Selain kemampuan menggunakan komputer, OpenAI melaporkan adanya peningkatan pada aspek akurasi dan pengurangan halusinasi AI, yakni ketika model menghasilkan informasi yang keliru atau tidak didukung fakta.
Dalam pengujian internal menggunakan prompt yang dirancang untuk memicu kesalahan, tingkat kesalahan GPT-6.1 Terra pada tingkat penalaran rendah tercatat 16,7 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan GPT-5.6 Terra yang mencapai 53,6 persen.
Sumber: