Stoicism: Filosofi Hidup Tenang yang Relevan di Era Modern
Ilustrasi stoicism. -dok. istimewa-
PAPUABARAT.DISWAY.ID - Stoicism atau Stoa mungkin terdengar seperti konsep berat dari filsafat kuno, padahal esensinya sangat relevan untuk kehidupan modern. Di tengah dunia yang serba cepat, penuh tekanan, dan mudah membuat kita kewalahan, Stoicism menawarkan cara berpikir yang membantu kita tetap tenang, fokus, dan tidak mudah goyah oleh hal-hal di luar kendali.
Menariknya, Stoicism bukan hanya teori. Ia adalah praktik hidup—mulai dari cara menghadapi masalah, merespon emosi, hingga bagaimana kita memaknai kejadian sehari-hari. Karena itulah, banyak orang kembali mempelajari Stoicism sebagai “alat mental” untuk menghadapi stres zaman modern.
Apa Itu Stoicism?
Stoicism adalah aliran filsafat Yunani kuno yang menekankan kontrol diri, ketenangan batin, dan penerimaan terhadap hal-hal yang tidak bisa diubah. Tujuan akhirnya sederhana: hidup dengan bijak dan selaras dengan akal sehat.
Tokoh Stoic terkenal seperti Marcus Aurelius, Seneca, dan Epictetus mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak datang dari dunia luar, melainkan dari bagaimana kita meresponsnya.
Prinsip Utama Stoicism
1. Kendalikan yang Bisa Dikendalikan, Lepaskan yang Tidak
Inilah inti Stoicism: Dichotomy of Control.
Masalah muncul ketika kita sibuk memikirkan hal-hal yang tidak berada dalam kendali kita—seperti opini orang lain, cuaca, keberuntungan, atau masa lalu.
Stoic mengajarkan fokus pada hal yang bisa kita kontrol:
- Tindakan
- Sikap
- Pilihan
- Respon terhadap situasi
Sisanya? Lepaskan.
2. Emosi Bukan Musuh, Tapi Jangan Biarkan Mereka Mengendalikanmu
Stoicism bukan berarti menekan emosi. Mereka mengajarkan untuk mengamati emosi, bukan larut di dalamnya.
Alih-alih berkata:
Sumber: