Susu dan Jerawat: Fakta dan Cara Mengatasinya
ilustrasi jerawat.-dok. istimewa-
Meski susu kaya kalsium dan protein, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi produk susu tertentu bisa berkontribusi pada timbulnya jerawat pada sebagian orang.
1. Kandungan Hormon dalam Susu
Susu sapi mengandung hormon alami, termasuk IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1), yang dapat:
- Meningkatkan produksi sebum (minyak kulit)
- Memicu peradangan pada kulit
- Mempercepat munculnya jerawat
2. Susu Meningkatkan Produksi Minyak Kulit
Protein whey dan kasein dalam susu dapat merangsang hormon yang meningkatkan produksi minyak. Kulit yang berminyak lebih rentan tersumbat dan berjerawat.
3. Susu Olahan vs Susu Mentah
Produk susu olahan, seperti susu UHT, keju, atau es krim, biasanya lebih sering dikaitkan dengan jerawat dibanding susu mentah atau susu fermentasi, karena:
- Kandungan gula tambahan
- Proses pasteurisasi yang memengaruhi hormon
4. Respon Tubuh Berbeda-beda
Tidak semua orang mengalami jerawat akibat susu. Faktor genetik, hormon, dan sensitivitas kulit memengaruhi seberapa besar susu berdampak pada kulit.
Tips Mengurangi Risiko Jerawat dari Susu
- Pilih susu rendah lemak atau susu nabati (almond, oat, kedelai)
- Batasi konsumsi produk olahan tinggi gula
- Perhatikan reaksi kulit setelah konsumsi susu
- Kombinasikan dengan pola makan seimbang dan hidrasi cukup
Konsumsi produk susu bisa memicu jerawat pada sebagian orang karena kandungan hormon, protein, dan gula tambahan. Memilih jenis susu yang tepat dan mengatur porsinya dapat membantu mengurangi risiko jerawat.
Sumber: