Internet Rakyat Rp100 Ribu Janjikan Akses Murah, Tapi Warga Masih Bingung Cara Menikmatinya

Internet Rakyat Rp100 Ribu Janjikan Akses Murah, Tapi Warga Masih Bingung Cara Menikmatinya

ilustrasi jaringan internet.-dok. istimewa-

PAPUABARAT.DISWAY.ID - Internet kini bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan dasar. Tanpa koneksi, aktivitas ekonomi tersendat, pendidikan terganggu, dan komunikasi terputus. Karena itu, janji Internet Rakyat Rp100 ribu per bulan dengan kecepatan hingga 100 Mbps dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung menyedot perhatian publik.

Sayangnya, euforia itu belum sepenuhnya terasa di lapangan. Di sejumlah wilayah Jakarta hingga Jawa Timur, warga mengaku baru mendengar program ini dari media sosial—bukan dari sosialisasi resmi. Banyak yang belum tahu cara mendaftar, siapa penyedianya, dan kapan layanan benar-benar bisa digunakan.

Di Jakarta Selatan, Ketua RT setempat bahkan mengaku belum menerima informasi resmi apa pun. Warga seperti Kamal (47) masih bertahan membayar internet swasta hingga Rp300 ribu per bulan karena Internet Rakyat dinilai belum jelas wujudnya.

Situasi serupa dirasakan mahasiswa. Internet murah yang digadang-gadang sebagai solusi belum berdampak langsung bagi kebutuhan kuliah daring. “Konsepnya bagus, tapi belum kami rasakan,” ujar Indra, mahasiswa di Jakarta.

Di Jawa Timur, tanda-tanda infrastruktur mulai terlihat. Kabel optik sudah terpasang di beberapa sekolah, seperti SDN Candiharjo Mojokerto. Namun, di sekolah pelosok seperti SMPN 3 Sumberjambe, Jember, jaringan internet masih menjadi barang langka.

Pelaku usaha mikro pun menaruh harapan besar. Pemilik kos, warkop, hingga jasa fotokopi menganggap internet murah bisa menekan biaya operasional. Namun, mereka masih menyimpan keraguan soal kualitas, stabilitas, dan keamanan jaringan.

Pengamat menilai tantangan utama Internet Rakyat bukan hanya harga murah, tetapi pemerataan infrastruktur, sosialisasi yang masif, kualitas layanan, keamanan siber, dan keberlanjutan program. Tanpa itu, kebijakan ini dikhawatirkan hanya berhenti sebagai janji di atas kertas.

Internet Rakyat dinilai sebagai langkah berani menuju kedaulatan digital. Namun publik menunggu lebih dari sekadar kabel yang melintas—mereka menanti koneksi yang benar-benar hidup dan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat.

Baca versi lengkapnya diliputan khusus Bisik Disway - Internet Rakyat Rp100 Ribu: Janji Kecepatan Langit, Tapi Sosialisasi Masih Seperti Angin

Sumber: