Kabar Baik Migas 2026: Pertamina EP Sukses Bor Sumur Baru di Papua Barat

Senin 23-02-2026,07:10 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

Dari sisi investasi, estimasi biaya pengeboran sumur SLW-E006 Lapangan Salawati mencapai USD 9.774.829,7 atau sekitar 94 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Efisiensi biaya dalam proyek pengeboran Pertamina EP Papua Barat ini dinilai cukup baik dan sesuai dengan perencanaan awal.

Djoko Siswanto berharap dua sumur berikutnya dalam program pengeboran di Lapangan Salawati Papua Barat dapat menghasilkan produksi minyak yang sama atau bahkan lebih besar.

Keberhasilan tambahan tersebut diharapkan mampu membantu pencapaian target produksi minyak APBN 2026 sebesar 610 ribu barel per hari.

Dampak Positif bagi Produksi Minyak Nasional

Keberhasilan pengeboran sumur SLW-E006 menjadi sinyal positif bagi industri hulu migas Indonesia di tengah tantangan produksi nasional.

Dengan tambahan produksi 350 bph dari Lapangan Salawati Papua Barat, kontribusi wilayah timur Indonesia semakin signifikan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

SKK Migas menegaskan bahwa program pengeboran lanjutan di Salawati akan terus dipantau untuk memastikan target lifting 2026 dapat tercapai sesuai rencana pemerintah.

Kategori :