Lonjakan detak jantung dan penurunan tekanan darah saat mandi air panas dapat menyebabkan pusing, pandangan kabur, hingga pingsan.
Risiko itu menjadi lebih tinggi pada penderita disautonomia, yakni gangguan sistem saraf otonom yang memengaruhi kestabilan tekanan darah dan denyut jantung.
Menurut Caliste, perubahan mendadak pada pembuluh darah dapat memicu komplikasi serius bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Pada individu sehat, tubuh biasanya mampu beradaptasi dengan cepat. Tetapi bagi pasien dengan gangguan vaskular atau kardiovaskular, perubahan ini dapat memicu masalah serius seperti serangan jantung atau stroke,” jelasnya.
Selain itu, jantung yang terus dipaksa bekerja lebih keras dalam jangka panjang juga berisiko mengalami kekurangan suplai oksigen yang dapat meningkatkan potensi gangguan jantung.
Lansia dan Penderita Penyakit Jantung Harus Lebih Waspada
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa mandi air hangat tidak perlu sepenuhnya dihindari. Namun ada beberapa kelompok yang disarankan lebih berhati-hati dalam mengatur suhu dan durasi mandi.
Kelompok tersebut meliputi lansia, penderita penyakit jantung, tekanan darah rendah, gangguan pembuluh darah, serta orang dengan sirkulasi darah yang buruk.
Selain itu, orang yang mengalami dehidrasi atau sedang mengonsumsi obat tekanan darah juga disarankan tidak mandi dengan suhu terlalu panas dalam waktu lama.
“Mandi air sangat panas atau terlalu lama sebaiknya dilakukan dengan hati-hati karena dapat meningkatkan risiko pingsan dan gangguan kestabilan tubuh,” kata Caliste.
Suhu Ideal Air Mandi untuk Kesehatan
Para ahli kesehatan umumnya merekomendasikan suhu air mandi berkisar antara 98 hingga 105 derajat Fahrenheit atau sekitar 36 hingga 40 derajat Celsius.
Selain lebih aman untuk jantung dan sirkulasi darah, suhu tersebut juga membantu menjaga kesehatan kulit.
Air yang terlalu panas diketahui dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga meningkatkan risiko kulit kering, kemerahan, hingga eksim.
Karena itu, mengatur suhu air mandi tetap hangat namun tidak berlebihan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.