Mencapai target lima porsi sehari sebenarnya dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Misalnya, menambahkan potongan pisang ke dalam menu sarapan atau mengganti camilan pada pertengahan pagi dengan buah segar.
Satu porsi buah atau sayuran segar, kalengan, maupun beku setara dengan sekitar 80 gram. Sementara itu, satu porsi buah kering adalah sekitar 30 gram dan sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan.
Jus buah, jus sayuran, maupun smoothie sebanyak 150 ml juga dapat dihitung sebagai satu porsi. Namun, konsumsinya sebaiknya dibatasi maksimal satu gelas per hari karena minuman tersebut dapat mengandung gula dan berpotensi meningkatkan risiko kerusakan gigi.
3. Perbanyak Ikan, Termasuk Ikan Berlemak
Ikan merupakan salah satu sumber protein yang baik. Selain protein, ikan juga menyediakan berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Usahakan mengonsumsi sedikitnya dua porsi ikan setiap minggu, dengan salah satunya berasal dari ikan berlemak.
Ikan berlemak kaya akan asam lemak omega-3, yang dikaitkan dengan manfaat dalam membantu mencegah penyakit jantung.
Beberapa contoh ikan berlemak antara lain:
Salmon Trout Herring Sarden Pilchard Makarel
Sementara itu, beberapa contoh ikan yang tidak termasuk ikan berlemak tinggi antara lain:
Haddock Plaice Coley Cod Tuna Skate Hake
Ikan dapat dipilih dalam kondisi segar, beku, ataupun kalengan. Meski demikian, konsumen perlu memperhatikan kandungan garam pada produk ikan kalengan dan ikan asap karena dapat memiliki kadar garam yang cukup tinggi.
Secara umum, sebagian besar orang dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi ikan. Namun, terdapat batasan konsumsi untuk beberapa jenis ikan tertentu sehingga pemilihannya tetap perlu diperhatikan.
4. Batasi Lemak Jenuh dan Gula
Mengatur jenis lemak serta jumlah gula yang dikonsumsi merupakan bagian penting dalam menjaga pola makan.
Lemak Jenuh
Tubuh tetap membutuhkan lemak sebagai bagian dari pola makan. Namun, bukan hanya jumlahnya yang perlu diperhatikan, melainkan juga jenis lemak yang dikonsumsi.
Secara umum terdapat dua kelompok utama, yakni lemak jenuh dan lemak tak jenuh.