Maag dan GERD Ternyata Berbeda, Ini Penjelasan Dokter yang Jarang Diketahui

Jumat 30-01-2026,15:54 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

PAPUABARAT, DISWAY.ID - Perbedaan GERD dan asam lambung biasa masih sering membingungkan masyarakat, karena keduanya sama-sama berkaitan dengan produksi asam lambung.

Banyak pasien bertanya, apa bedanya sakit maag dan GERD, karena gejala awal yang dirasakan kerap terlihat mirip.

Pada sakit maag atau asam lambung biasa, masalah utamanya masih terbatas di lambung, sehingga keluhan berpusat di area perut bagian atas.

Gejala maag umumnya berupa nyeri atau rasa panas di ulu hati, mual, muntah, perut kembung, dan rasa tidak nyaman setelah makan.

Sementara itu, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi ketika asam lambung dan isi lambung naik kembali ke kerongkongan.

BACA JUGA:Benarkah Gangguan Kecemasan Harus Minum Obat Terus? Ini Penjelasan Psikiater

Akibatnya, penderita GERD sering merasakan panas di dada seperti terbakar, rasa pahit di mulut, sensasi asam di tenggorokan, hingga nyeri dada.

Dengan kata lain, perbedaan utama maag dan GERD terletak pada arah asam lambung, di mana pada GERD asam lambung sudah naik ke kerongkongan.

Mengenai pengobatan, banyak masyarakat masih mengandalkan obat maag warung untuk meredakan keluhan asam lambung.

Obat maag yang umum dijual bebas biasanya termasuk antasida, yang fungsinya hanya menetralkan asam lambung sementara.

Karena sifatnya hanya meredakan gejala sesaat, antasida tidak mengatasi penyebab utama produksi asam lambung berlebih.

Pada kondisi asam lambung tinggi atau GERD, terapi yang lebih tepat adalah obat yang menekan produksi asam lambung.

BACA JUGA:Rekomendasi Obat Totol Jerawat Lokal Terbaik, Murah tapi Ampuh!

Kelompok obat tersebut dikenal sebagai penghambat pompa proton (PPI), seperti omeprazol, lansoprazol, rabeprazol, dan esomeprazol.

Selain PPI, terdapat juga antagonis reseptor H2, seperti ranitidin, famotidin, dan simetidin, yang bekerja menurunkan produksi asam lambung.

Kategori :