Tidur Nyenyak, Mental Lebih Sehat
ilustrasi night routine.--
Kualitas tidur dan kesehatan mental memiliki hubungan yang sangat erat. Tidur yang cukup namun tidak berkualitas bisa tetap membuat seseorang merasa lelah, mudah emosi, dan sulit fokus. Sebaliknya, kondisi mental yang tidak stabil sering kali membuat tidur menjadi tidak nyenyak. Keduanya saling memengaruhi dalam siklus yang berulang.
Bagaimana Kualitas Tidur Mempengaruhi Kesehatan Mental?
Tidur adalah waktu pemulihan utama bagi otak.
Jika kualitas tidur baik:
- Emosi lebih stabil
- Tingkat stres menurun
- Konsentrasi dan daya ingat meningkat
- Risiko kecemasan dan mood swing berkurang
Tidur membantu otak mengatur emosi dan memproses pengalaman harian.
Dampak Tidur Buruk terhadap Kondisi Mental
Kurang tidur atau tidur tidak berkualitas dapat menyebabkan:
- Mudah marah dan sensitif
- Overthinking meningkat
- Sulit mengelola stres
- Merasa cemas tanpa sebab jelas
Dalam jangka panjang, tidur buruk dapat memperburuk masalah kesehatan mental.
Kesehatan Mental yang Terganggu Juga Mempengaruhi Tidur
Stres, kecemasan, dan tekanan emosional membuat pikiran sulit tenang.
Akibatnya:
- Sulit terlelap
- Sering terbangun di malam hari
- Tidur terasa tidak menyegarkan
- Pola tidur menjadi berantakan
Inilah sebabnya memperbaiki tidur juga perlu dibarengi perhatian pada kondisi mental.
Tidur Berkualitas sebagai Bentuk Self Care Mental
Menjaga kualitas tidur bukan kemewahan, melainkan kebutuhan.
Sumber: